Jumat, 06 Januari 2012

6 Januari 2012 .JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyangkal terjadi insiden pesawat tempur TNI AU akan menabrak pesawat yang dinaiki Deputi Perdana Menteri Papua Nugini, Belden Namah. Juru Bicara Kemenhan, Brigjen Hartind Asrin, mengatakan radar pesawat milik TNI AU tidak menemukan adanya pergerakan pesawat yang ditumpangi pejabat Papua Nugini tersebut di langit NKRI.

Hartind menjelaskan pesawat yang diklaim melewati langit NKRI tersebut terbang pada 29 November 2011. Pesawat yang ditumpangi Belden Namah, kata dia, lepas landas dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Port Moresby, Papua Nugini.

“Tidak ada kejadian tersebut. Australia yang ngomporin itu,” tuding Hartind kepada Republika, Jumat (6/1).

Mengapa Australia dituding terlibat di belakang Papua Nugini? Tudingan itu terkait kabar pengusiran duta besar Indonesia di Papua Nugini. Hartind menjawab, “Itu kan yang memberitakan radio Australia.”
(Republika.co.id)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar