Kamis, 12 Januari 2012

Berdayakan PT DI daripada Beli Tank Leopard

Tank Leopard dari Belanda dinilai tak cocok dengan medan di Indonesia. Kamis 12 Januari 2012 ,
JAKARTA- Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Mahfudz Siddiq mengatakan pemerintah tak perlu membeli tank Leopard dari Belanda untuk memperkuat Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia. Pemerintah diminta lebih mendorong PT Dirgantara Indonesia untuk mengembangkan tank buatan dalam negeri.

"Justru kita mendorong itu, karena pada 2008 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta PT DI membuat prototipe untuk kelas menengah. Dari pada anggaran itu dipakai beli ratusan tank Leopard," ujar Mahfudz di gedung DPR, Jakarta, Kamis 16 Januari 2012.

Komisi I, kata mahfudz, telah menyampaikan pandangannya kepada pemerintah. Setelah mempertimbangkan segala aspek, Komisi I menyatakan tak setuju dengan rencana pembelian tank Leopard itu. "Saya tidak tahu apakah TNI memaksakan membeli tank. Kalau dipaksakan, menjadi tanda tanya sendiri," katanya. "Kalau bicara anggaran harus berdasarkan persetujuan bersama."

Menurut dia, hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut antara DPR dan pemerintah terkait rencana pembelian tank Leopard ini. Namun, Mahfudz mengatakan TNI telah bersiap untuk menjajaki kemunginan pembelian itu ke Eropa. "Memang saya dengar tim TNI akan berangkat ke Belanda untuk menjajaki," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Dia mengatakan, niat pemerintah membeli tank Leopard ini mulanya didasari oleh krisis keuangan di negara-negara Eropa. Sehingga mereka berniat menjual alutsistanya. Pemerintah Indonesia pun mencari peluang dari situasi itu untuk membeli dengan harga murah. "Tapi tetap harus sesuai medan dan kebutuhan modernisasi alutsista di Indonesia," katanya.

Pemerintah, kata dia, akan melakukan pembelian itu langsung dari pemerintah negara-negara Eropa -dalam hal ini Belanda. Cara ini sebenarnya sangat cocok karena dapat memutus mata rantai pihak ketiga alias broker. Namun demikian, Komisi I tetap saja tak setuju dengan rencana pembelian tank Leopard itu.

"Untuk Leopard, Komisi I berpandangan tidak cocok untuk Indonesia. Bobotnya 62 ton. Itu cocok digunakan untuk medan Eropa yang mendukung dan tidak cocok dengan Indonesia."

Sebelumnnya, Parlemen Tweede Kamer telah menolak permintaan Kementerian Pertahanan Belanda untuk menjual tank Leopard ke Indonesia. Dalam mosi penolakan parlemen, mereka mengatakan tidak ingin terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang kerap terjadi di Indonesia.

Seperti diberitakan Radio Nederland Siaran Indonesia, Rabu 14 Desember 2011, mosi penolakan awalnya diajukan oleh Partai Kiri Hijau (Groenlinks). Dari seluruh anggota parlemen, hanya dua partai yang menentang penolakan, yaitu partai CDA (Kristen Demokrat) dan VVD (Liberal Konservatif).

Pengaju mosi, Arjan El Fassed, mengatakan bahwa bahwa rekam jejak Indonesia dalam pelanggaran HAM berperan besar dalam pengambilan keputusan ini. "Penolakan berkaitan erat dengan track record Indonesia. Kita tahu mereka telah memporakporandakan Aceh, Timor Timur. Baru-baru ini juga terjadi kerusuhan di Papua," ujar anggota parlemen dari Groenlinks ini. (eh)
• VIVAnews
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

89 komentar :

edygit trasher mengatakan...

askum
Cara yang utama untuk mengangkat moral prajurit itu adalah dengan memberikan peralatan yang lebih baik atau setidaknya sama baik dengan lawan. Prajurit yang berangkat ke medan perang dengan perasaan bahwa mereka sejajar atau lebih baik dari lawan dari sisi persenjataan, teknologi dan skill akan punya keyakinan yang lebih tinggi bahwa mereka bisa memenangkan pertempuran.

Kita harus malu mengaku sebagai negara besar jika kita masih memperlakukan prajurit TNI-AD sebagai sekumpulan insurgen militan yang bisa survive berperang hanya bersenjatakan rifle, RPG dan ATGM. TNI-AD itu tentara sebuah negara besar dan kaya, sungguh terlalu jika peralatannya hanya setara dengan tentara pemberontak di suatu negara miskin yang tengah bergolak. Terlebih lagi AD negara-negara di sekitar kita sudah meninggalkan kita dalam urusan modernisasi persenjataan. Jika ingin dianggap sebagai negara besar di kawasan, kita harus mendukung upaya TNI-AD mengubah mindset prajuritnya, dari mindset gerilyawan menjadi mindset tentara profesional.

Memiliki MBT dengan kualitas dan teknologi nomer satu seperti Leopard adalah sebuah upaya brilian dari TNI-AD untuk menaikkan moral sekaligus mengubah mindset prajuritnya. Tidak ada alasan untuk tidak mendukungnya. Alasan teknis tentang masalah operasional MBT di terrain Indonesia telah dijawab oleh AD negara-negara tetangga kita sendiri. Mereka tidak punya masalah dalam operasional MBT mereka. Sementara alasan finansial juga telah terjawab dengan fakta bahwa harga yang ditawarkan ke Indonesia sangatlah murah dibandingkan harga yang pernah dibayarkan Singapura misalnya ketika mengakusisi MBT jenis yang sama dengan kondisi yang sama (secondhand).

Anonim mengatakan...

Ass. wr. wb.
Buat yth.pak Siddiq,

mohon kiranya bila memberikan statement dan pendapat didahului dengan pemahaman dan informasi yang akurat mengenai suatu masalah. yang saya sayangkan disini dalam soal pembelian MBT sama seperti kebanyakan komentar anggota DPR lainnya terlihat asbun dan asal mangap (tidak jauh berbeda dengan komentar2 mengenai masalah lain). sekedar informasi buat saudara PT.DI adalah perusahaan pembuat komponen dan perakit pesawat terbang bukan tank sekelas MBT. untuk membuat MBT diperlukan pengetahuan dan penguasaan teknologi yang berbeda diberbagai aspek. Membuat MBT tidak semudah membalikkan telapak tangan. karena itu hanya sedikit negara maju yang mampu membuatnya dan dibutuhkan riset hingga puluhan tahun. sungguh konyol PT.DI yang saat ini bahkan tidak mampu menyelesaikan pesanan pesawatnya tepat waktu (seperti kasus CN 235 sehingga harus didenda sangat besar). saat ini yang diperlukan PT DI adalah fokus dalam menyelesaikan core businessnya dan menyelesaikan pesanan yang cukup banyak,dan tentu saja membenahi internal manajemennya. PT. DI tidak akan lebih baik dengan menambahkan PR dan beban pekerjaan yang bukan bidangnya.
dengan Mengakuisisi MBT tidak hanya akan meningkatkan secara drastis kemampuan TNI AD dalam menangkal ancaman dari luar, namun juga memberikan kesempatan bagi prajurit-prajurit kita mempelajari alutsista dan teknologi modern. dengan adanya MBT juga dapat memberikan kesempatan bagi peneliti kita untuk mempelajari teknologinya agar suatu saat seperti yang diharapkan oleh bapak maupun saya sendiri Indonesia dapat membuat MBTnya sendiri.
satu lagi yang ingin saya sampaikan, sungguh akan berbahaya terhadap pertahanan kita bila kita masih mengandalkan tank AMX 13 yang saat ini menjadi tulang punggung TNI AD karena tank itu merupakan rancangan tahun 50-an. jauh lebih tua dari umur bapak maupun saya sendiri, sementara negara-negara tetangga kita semuanya memiliki MBT kecuali TImor leste. di Asia tenggara sendiri hanya Brunei,Timor Leste, dan Filipina saja yang tidak memiliki MBT. negara2 lainnya termasuk Australia punya MBT dalam jumlah ratusan dan cocok dan tidak ada masalah dalam pengoperasiannya di medan asia tenggara

Budi Darmawan mengatakan...

Keputusan yg diambil komisi 1 patut dihargai tetapi apakah keputusan diambil setelah semua anggota komisi 1 mengerti tentang MBT atau cuma sekedar ikut2an kata rekan sejawat yg ternyata juga kurang mengerti?
Simyalmen itu bukan mengada2. Bukti nyata pada artikel diatas yg menyebutkan perlunya mendorong PT DI mengembangkan tank. Apakah semua anggota komisi 1 tidak tahu kalau PT DI itu industri kedirgantaraan? Mereka membuat pesawat bukan tank!

Saya juga yakin seyakin2nya semua anggota komisi 1 tidak mengerti apa itu MBT, APC dan IFV. Sebab kalau mengerti tidak akan menganggap Pindad telah mampu membuat tank. Tidak semua yg beroda rantai dan bermeriam adalah tank. Hal2 mendasar seperti ini pun tidak dikuasai komisi 1 apalagi pada level pengetahuan militer lainnya padahal harus mengurusi masalah pertahanan RI yg kompleks.

Masih banyak komen2 anggota komisi 1 yg membuat miris, geli, sekaligus 'kagum'. Buat awam mungkin kedengarannya wah tapi buat yg mengerti hanya bisa mengurut dada dam geleng2 kepala.

Sayang sekali niat pemerintah meningkatkan profesionalisme TNI tidak dibarengi dengan mitra di legislatif/komisi 1 dengan SDM yg mumpuni. Semoga negara2 lain bisa berhenti tertawa terpingkal2 dan berganti rasa iba mengikuti lelucon ini. Terima kasih.

Toko Online Ummi dan Abi mengatakan...

Assalamu'alaikum wr. wb.

Yang terhormat Bapak Ketua Komisi-1 Bidang Pertahanan beserta teman-2 anggota Komisi-1, mohon kiranya Bapak bisa menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan kami perihal pengadaan Alutsista TNI, khususnya MBT. Saya menunggu waktu dan kesediaan Bapak dan teman-2 komisi-1, terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Anonim mengatakan...

askum pak...

pak mahfudz siddiq asal bunyi ketauan ilmunya cuma segitu saja yang anda ketahui, lebih baik banyak baca terlebih lagi tentang ground pressure tank, anda jangan heran kalau ada tank yang bisa drifting ditengah sawah.
tank itu banyak jenisnya dan fungsinya, bila indonesia mau membuat tank haruslah melalui jalan panjang yang dinamakan riset, kalau mau ambil jalan pintas harus ada reverse engineering tapi itu bukan hal mudah dilakukan. dan melihat alutista TNI yang sudah tua dan hampir oboselet harus ada modernisasi dan pembelian tank itu bisa digunakan sebagai stop gap. dan dari 100 tank yang akan dibeli bisa diambil 2-3 tank untuk di reverse engineering.

Anonim mengatakan...

kadang saya geli & tertawa membaca komentar anggota terhormat dari komisi 1 yg mengatakan MBT tidak cocok di indonesia. MBT bisa ambles, MBT tidak cocok di medan perbukitan. coba anggota komisi 1 belajar dahulu apa itu MBT modern, setelah itu baru komentar. rakyat indonesia sudah makin pinter. kalau ada yg mereka tidak tau mereka bisa buka internet. jangan sampai anggota terhormat di komisi 1 jadi tertawaan rakyat indonesia.

wass
ariefrr

Rakyat RI mengatakan...

Yth Bapak Siddiq ,

Saya tahu anda anda di Komisi I menjalankan fungsi kontrol kalian terhadap pemerintah. Saya sebagai rakyat, berkomentar seperti ini karena, anda anda yang katanya mewakili konstituens anda di parlemen, berhak di kontrol oleh rakyat yang memilih anda , saya sebagai rakyat disini berhak mengkritisi pendapat anda anda.

Silahkan pelajari dulu apa itu MBT dan fungsinya sebelum berkomentar di media, dan kalau ranah teknis bukan ranah komisi I , hentikan berkomentar dan berpendapat yang mengatakan MBT Leopard itu tidak cocok di tanah Indonesia.

Ya Allah, selamatkanlah negeri ini .....

Salam

Anonim mengatakan...

Yth Bpk Siddiq.

apakah Bpk Siddiq pernah berbicara dg dirut PT DI utk menanyakan kemampuan mereka utk membuat MBT ? apakah Bpk siddiq pernah menanyakan ke PT KS, mampukah mereka membuat baja khusus utk MBT ?
mungkin di negara asia tenggara, hanya indonesia negara yg besar & ekonominya kuat yg tidak memiliki MBT. apakah karena MBT tidak cocok di indonesia ? bagaimana di vietnam, burma, thailand, kamboja & malaysia ? apakah MBT disana ambles dan tidak dpt digunakan ? apakah militer2 disana bodoh telah membeli MBT yg tidak dpt digunakan ?
saya merasa ada segelintir orang yg tidak ingin militer negara ini kuat dan tetap kerdil sehingga mudah dilecehkan oleh bangsa lain... oh sedihnya para pahlawan kita bila mengetahui ada sebagian dari bangsa ini yg tetap ingin melihat militer bangsa ini tetap lemah dan hanya bersenjatakan nota protes.


salam

Dz

jack mengatakan...

komentarnya bagus2........siiip

adhie's perwira_Moeda mengatakan...

Yth, bapak siddiq
pipinan komisi 1 DPR RI

pernah naik tank pak??
tw gk apa itu MBT??
apa bedanya panser,light tank, dan main battle tank??
PT DI buat panser?? bukanya itu kerjaanya PINDAD??

saya jadi ragu ya pak, apakah negara saya bakal maju jika diwakili oleh orang2 ya tidak kompeten? bukan bapak Mahfudz siddiq loh ya, kan bapak udah terbukti ngerti secara teknis tentang pegelaran perang tank.

tolong dibalas ya pak, untuk pertimbangan saya milih siapa 2014.

wasalam

Anonim mengatakan...

lho..kok PT DI buat tank???
bukannya buat komponen pesawat???
pak...bisa bedakan PESAWAT sama TANK ga?
terus kalau mau buat TANK...apakah ada BUMNIS yg sudah berpengalaman BUAT tank???
belum kan?
itu buat tank bukan kyk anoa digedein badannya terus di gnti roda ban jd roda rantai trus dikasi meriam gede jadilah tank...
main2 lah pak ke jerman sana liat pabrik tank...dan liat berapa lama mereka R&D untuk membuat tank...

Anonim mengatakan...

Assalammu'alaikum Wr. Wb.

Sangat disayangkan bahwa pernyataan bapak yang terangkum artikel di atas hanya menunjukkan kedangkalan ilmu yang bapak miliki. Ada beberapa point yang ingin saya sampaikan disini.

Pertama, PT DI adalah sebuah industri dirgantara, walaupun ada divisi engineering yang juga memproduksi item yang tidak ada kaitannya dengan pesawat udara, namun belum sampai membuat armoured vehicle, apalagi tank. Industri yang anda maksudnya adalah PT Pindad.

Kedua, tank menengah (apalagi ringan) tidak bisa bersaing dengan sebuah MBT. Lapisan pelindung MBT bukan baja biasa, bahkan saat ini sudah komposit yang pembuatannya sangat rumit.

Ketiga, untuk masalah bobot, harus dilihat dari ground pressure. Dalam hal ini, sebuah Toyota Hilux ground pressurenya lebih besar dari leopard 2.

Keempat, MBT sangat dibutuhkan oleh TNI sebagai ujung tombak satuan pemukulnya. Tank ringan hanya untuk bantuan tembakan. Kalau dalam sebuah team sepakbola, MBT adalah striker / targetman dan tank ringan sebagai attacking midfielder / second striker.

Semoga Allah memberikan pencerahannya.

Anonim mengatakan...

assalam...
maaf pak..kalau dibilang tank tidak cocok di Indonesia...
malaysia kenapa punya?thailand kenapa punya?
myanmar kenapa punya?SINGAPURA saja punya...
kok tidak tenggelam atau ambles ya?
dan juga tank itu kan tidak di pakai di sawah atau hutan...
bisa dipakai menyerang dan berthan...
saya rasa bapak pasti paham...
mohon maaf...

Anonim mengatakan...

Kepada yth Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Mahfudz Siddiq

Pertama saya setuju jika pemberdayaan dalam negeri itu menjadi prioritas.
Tetapi menanggapi statement Bapak saya ada sedikit pertanyaan, kami mohon pencerahannya:
1. PT DI itu sebenarnya perusahaan apa? apakah sekarang merambah ke peralatan tempur darat?
2. Statement MBT tidak cocok di Indonesia itu berdasar penelitian dari mana?

itu saja pak

terima kasih

Anonim mengatakan...

apakah jika terjadi konflik kita harus melawan memakai BAMBOE ROENTJING?????

Anonim mengatakan...

Sampai kapan sih kita mau perang gerilya terus?
Kamboja aja punya MBT, walaupun cuma 2nd generation.

Caba dibayangkan jikalau Singapura (entah bagaimana caranya) berhasil mendaratkan seluruh tank Leopard 2 yang mereka miliki di Dumai (ada 80 unit kalau tidak salah). Dengan seluruh persenjataan yang dimiliki oleh TNI saat ini. Saya yakin tank2 tersebut sanggup mondar mandir Banda Aceh-Bandar Lampung minimal 3 kali sebelum semuanya berhasil di "DISABLED" oleh TNI.

Anonim mengatakan...

andai negara tetangga suatu saat entah kapan menyerang kita dg menggunakan MBT, bagaimana kita menghadapinya ? RPG kita hanya punya beberapa buah, ATGM masih merupakan barang langka ? AMX 13, hanya membuat MBT tergores. apa harus mengorbankan ribuan rakyat dg bambu runjing hanya utk menghadapi MBT ?

Anonim mengatakan...

waduuuuuuuuuuuuuch sejak kapan PT DI ngembangin tank

Anonim mengatakan...

assalamualaikum pak siddiq
apa gara2 pembelian g to g,sehingga leopard di tolak apa ya?kpk juga udah dipersilahkan mengaudit.
buat pertahanan kok main2 lho pak..pun pemakainya juga tni bukan komisi 1,serahkan saja sama pemakainya pak..

ryan mengatakan...

ya Allah buatlah pak mahfud siddik mengerti akan tugasnya sebagai komisi satu sehingga bisa menjadikan negara ini lebih maju, jangan jadikan seperti sekarang yang asal bunyi, sehingga MBT saja tidak tahu teknis dasar dan fungsinya karena tidak mengertinya PT DI pun disangka bisa membuat MBT, ya Allah jangan jadikan negeri ini jadi bahan tertawaan orang2 luar akibat kebodohan para pejabatnya

AMIN YA ROBBAL ALAMIN

Anonim mengatakan...

Just another bullshit from KE-WAN.
Eropa sedang obral senjata.dan saya yakin , TNI sudah melakukan riset sebelum menjatuhkan pilihan utk beli LEO,meskipun masih banyak merk lain yg juga diobral.

Kalo ingin Indonesia suatu saat bisa memproduksi sendiri MBT ,justru inilah kesempatannya.Beli-pelajari-produksi sendiri.( Dalam hal ini-Tirulah China ato Iran )

Anonim mengatakan...

saya setuju dengan pak sidiq yang terhormat, dari pada beli MBT, mending kita renovasi toilet di gedung DPR.

Anonim mengatakan...

mendding duit MBT utk renov WC yg lebih canggih, bikin ruang rapat yg super mewah, tapi selalu kosong, bikin parkiran utk mobil2 anggota terhormat yg super mewah, utk membuat pagar yg super tinggi, agar rakyat susah masuk. membuat gedung yg super mewah agar mereka bisa terlihat seperti anggota yg bermartabat. yg penting utk anggota terhormat dulu... diluar itu gak penting. gw hanya bisa berdoa... semoga masyarakat bisa lebih berhati2 dalam memilih anggota2 wakilnya. agar tidak memilih org2 yg gila hormat & "TONG KOSONG"

Anonim mengatakan...

MBT gak cocok di Indonesia...setuju dengan Pak Mahfudz!

Pak Mahfudz gak cocok jd wakil rakyat...sangat sangat setuju!

Tuh gedung ijo kenapa kebanyakan diisi orang2 oon ya?????

Anonim mengatakan...

maen ke formil kaskus pak..byar kebuka pandangannya disana..
masa kalah sama saya dari nol mengenai militer jadi sedikit pahan tentang militer

Anonim mengatakan...

satu pertanyaan pak..kira-kira bapak terpilih lagi g ya thn 2014 nanti klo gini kinerjanya...??

Anonim mengatakan...

Komennya pada aneh nih! Saran saya memang lebih baik untuk sekarang leopard ditunda dulu. terima kasih.

Anonim mengatakan...

Anggota Komisi I DPR Nurhayati Assegaf mengatakan, pembelian tank tersebut dilakukan setelah ada kajian dari TNI Angkatan Darat, sehingga, pembelian itu tentunya memiliki alasan yang kuat. “Yang akan menggunakan adalah TNI AD. Tentunya, pembelian itu disesuaikan dengan kebutuhan. Seharusnya tidak ada penolakan,” ucapnya.

Wakil ketua Fraksi Partai Demokrat itu menambahkan, sistem pengadaan alutsista lebih baik. Sebab, pengadaan tersebut tidak lagi ditentukan oleh Kemenhan, melainkan langsung diajukan oleh tiap-tiap angkatan. Sebab bila dipasok dari atas, belum tentu sesuai dengan kebutuhan masing-masing angkatan.
Selain itu, pertanggungjawabannya juga dilakukan oleh masing-masing angkatan. Untuk itu, dia mengaku tidak habis pikir mengapa penolakannya begitu kencang. “Dengan model government to government antara RI dengan Belanda, akan meminimalisir adanya rekanan atau calo. Dengan demikian, maka diharapkan tidak ada mark up terhadap pengadaan alutsista,” imbuhnya.
Dia menambahkan, penolakan terhadap tank tersebut bersifat politis. Apalagi, DPR tidak melakukan kajian terhadap tank tersebut. “Saya tidak tahu apa dasar penolakan itu. Yang jelas, Komisi I masih akan melakukan pendalaman,” tukasnya.
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/01/16/106952/Pembelian-Tank-Dilakukan-Setelah-Ada-Kajian


yang mengerti kebutuhan adalah user, dpr seharusnya tidak perlu mencampuri alutsista apa yg cocok sesuai kebutuhan user, dpr cukup mengawasi pelaksanaannya saja.
pembelian secara g to g yg meminimalisir broker malah ditentang dpr dengan alasan yg tidak masuk akal.....
bah UUD,

Coal Miner mengatakan...

Dear Anggota Dewan,

Ada baiknya dilakukan test ride dulu... pinjem MBT kandidat, tes di kalimantan, papua, sumatera.
Kita lihat hasilnya, baru kita kasih pendapat apakah cocok atau tidak cocok.

Secara awam, saya melihat ancaman tidak hanya datang dr negara tetangga.
Ada anggota dewan yg bilang kita menganut paham defensif. Saya tahu kita juga maunya zero enemy. Tp bukan berarti kita ng boleh punya alutsista bagus pak.
Negara serumpun melihat militer kita sebelah mata, kemarin PNG jg ikut2an brani ngancam. Besok entah siapa lagi.
Kemandirian alutsista kita memang harus dpt prioritas, tp bertahap sesuai kemampuan kita, bisa meniru china, pertama beli, dioprek dan akhirnya bisa buat itu cara yg paling cepat.
Intinya mohon dilihat dari dua sisi pak. Baiknya, kita bisa belajar teknologi baru, kemampuan personil meningkat, moral meningkat, deteren efek, harga murah. Buruknya, memang ada biaya atas pembelian dan saya rasa anggaran itu ada bagi setiap negara di dunia. (wc aja ada anggarannya)

Salam.

Anonim mengatakan...

komenku : memang pak ketua fucking stupid

All Score and Highlights mengatakan...

akan rusak suatu kaum bila suatu masalah tidak diserahkan pada ahlinya , lha ini bukan ahlinya pertahanan malah mbacot doank , Sangat disayangkan bahwa pernyataan bapak yang terangkum artikel di atas hanya menunjukkan kedangkalan ilmu yang bapak miliki

Anonim mengatakan...

dan tidak ada tanggapan dari beliau...
pak..kami rakyat awam..minta jawaban dan klarifikasi bapak soal statement bapak pada artikel diatas

Anonim mengatakan...

@ All Score and Highlights: memang sangat disayangkan, kader partai itu yg kelihatannya memiliki ilmu agama lebih baik dibanding anggota K-1 lainnya kok malah tidak menerapkan ilmunya (g ahli kok pura2 mengerti n malah menggurui)

halo pak.....mana tanggapannya?

Anonim mengatakan...

Indonesia tidak akan pernah maju selama di pimpin oleh orang yang bisanya cuma ngomong.
Saya cinta Indonesia tapi saya tidak cinta pejabatnya.
Indonesia negara demokrasi dan pemimpin tertinggi adalah rakyat, jika rakyat saja sudah setuju mengapa anda yang hanya mewakili tidak, bapak wakil kami jadi kami berhak untuk mengontrol setiap kebijakan yang bapak buat.

al-khalid mengatakan...

Paka Mahfudz....
jika anda orang muslim pastilah anda tahu bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda " al-muslimu qowi ahabbu indallahi minal muslim Dhoif.." tapi anehnya pak mahfudz malah menjegal para ksatria-ksatria negeri ini menjadi lebih kuat dan memiliki daya gentar....ingat pak mahfudz, Tank sekelas leopard itu dapat mengangkat moral prajurit kita, tolong difikirkan dengan hati yang jernih..

wong cilik el-gontory mengatakan...

bung mahfudz...saya mau tanya,anda pilih mana..toilet ratusan milyar, kalender DPR puluhan milyar atau martabat bangsa ini..?.... sebagai rakyat kecil yang bodoh dan tolol,saya cuma tertawa sampai terkencing-kencing melihat dinamika yang ada di gedung hijau, lucu dan menggemaskan,satu lagi pak mahfudz...anda dan teman2 anda dikomisi I disumpah dengan menggunakan kata-kata "demi ALLAH", maka bekerjalah dengan baik karena jika tidak MAKA ADZAB JAHANAM AMATLAH PEDIH....!!

Anonim mengatakan...

OMG !!!! apa dosa kami sampe2 kami dianugrahi anggota dewan kayak begini yang tidak berkompeten sama sekali hahahahahahahahahahaha.

Anonim mengatakan...

tank leopard kurang ceper, terlalu tinggi.. tdk ccok dengn perbukitan di indonesia, ia mudah terguling...

bravo pak mahfudz

Anonim mengatakan...

Lanjutjan, Setuju saya dgn Komisi-1
mendukung produk dalam negeri,
semuanya merasa pinterrrrrrrrr, padahal goblokkkkkkkk
pro penjajah, susah diajak berfikir

Anonim mengatakan...

kebodohan dan keberanian adalah kombinasi yang mematikan...ini ada referensi untuk bahan perdebatan di komisi 1
http://hankam.kompasiana.com/2012/02/06/mengupas-hal-hal-lain-seputar-polemik-pengadaan-mbt-buat-tni-ad/

Anonim mengatakan...

Ass. wr. wb.
Buat yth.pak Siddiq,
para anggota komisi satu menginginkan TNI kuat tidak sih,ini maksudnya apa buat statment kalau tank leo tidak cocok di indonesia,tapi kemudian TNI di suruh mempertimbangkan tank rusia,apa ada permainan dengan broker rusia.coba buat buat bapak yang terhormat hormatilah nyawa prajurit TNI. bapak jangan hanya berpikiran soal politis saja.sebagai bahan renungan bapak, ini ada ulasan yang menarik tentang tank
sumbernya:http://hankam.kompasiana.com/2012/02/06/mengupas-hal-hal-lain-seputar-polemik-pengadaan-mbt-buat-tni-ad/

Anonim mengatakan...

Ass. wr. wb.
Buat yth.pak Siddiq,
salam hormat juga buat jamaah amblessiyah, misal malaysia infasi kita pake 1 MBT nya mo dilawan pake apa pak? memangnya PINDAD sudah bisa buat tank berat ya? saya tetep dukung industri dalam negeri tapi ya jangan kolot donk? liat tuh singapore + darwin dah ada siapa disitu mo ngapain coba? main2 ke formil dulu biar pinter pak! semoga jamaah al amblesiyah dan al mbuletiyah diberi pencerahan sama yang diatas! amin

Anonim mengatakan...

Bisa dimaklumi kalau mahfud itu org politik bicara militer ya hasilnya kayak gitu,sangat memalukan tidak sesuai dengan realita,akhirnya terjadi pembodohan publik.

Anonim mengatakan...

Boeat anggota dHewan komisie satoe yang terhormat....Kenapa sih untuk urusan pengadaan alutista TNI selalu anda persulit dan mbulet dalam pelaksanaannya. Anda sadar tidak? pengadaan alutista ini demi menjaga keutuhan NKRI dari negara2 yang akan mengancam kedaulatan wilayah NKRI. Tapi kenapa setiap kali anda punya proyek di gedung ijo selalu cepat pelaksanaanya tanpa harus dikaji dulu, cocok tidak dengan habitat anggota dHewan....Anda para anggota dHewan DPR lebih mengutamakan keutuhan NKRI atau Perut anda semua...Apa salah TNI menjadi KUAT? saya sebagai rakdjat jelata sangat senang apabila TNI di lengkapi dan dipersenjatai dengan alutista yang memiliki teknologi canggih...

Anonim mengatakan...

yth pak mahfut

buka hati bapak, TNI AD butuh MBT bukan hanya untuk meningkatkan moral, tapi sebagai alat yang di butuhkan untuk menjaga kedaulatan negara. sekali lagi MBT alat yang di butuhkan.
negara segede gini masak cuma mengandalkan tank ringan yang sudah usang dengan jumlah yang se uprit pula.
negara kita sudah jelas alutsistanya tertinggal dari negara lain, tapi kenapa anda dan teman2 anda di komisi 1 selalu saja menghambat kemauan/yang di butuhkan oleh user? anda dan gerombolan anda sungguh keterlaluan jika memaksakan user khususnya TNI AD untuk tetap memakai alutsista yang mereka anggap sudah usang, dan mereka user pingin mendapatkan alutsista yang bagus salah satunya adalah MBT, tapi sayang lagi2 anda dan gerombolan anda selalu saja mencekal dan selalu bikin situasi jadi mbulet yang semakin menghambat proses pengadaan. kalau K1 tidak mendukung pembelian MBT maka lebih baik anda semua yang di K1 mengundurkan diri sebelum anda di bubarkan oleh rakyat.

sekian

Anonim mengatakan...

kenapa yang nulis yang Nulis tema kagak menanggapi yah.. ???

Anonim mengatakan...

kukira DULU org PKS pandai dan lurus.....ternyata semua BODOH DAN DUNGU

Anonim mengatakan...

Ass. wr. wb.
Buat yth.pak Siddiq
PT DI buat Tank? g salah tuh? jangan2 PT. DI itu Bapak yang terhormat sendiri g tau di bidang apa? mohon lebih sering google lagi ya pak, kasian yang udah dukung anda.
Saya cuma mo benerin, yang punya hak buat armor vehicle dan sejenis itu Pindad. bapak tau Pindad? tapi Pindad baru bisa bikin Anoa (APC). Tank? nanti dulu... saya mo tanya... copba mana tunjukkan ke saya tank produksi Pindad? ingat Tank! bukan cuma yang sekedar pake rantai dibilang Tank.
Buat Tank itu g gampang pak, Jerman butuh setengah abad untuk jadi yang terbaik... bahkan MBT Abrams US, Chalenger British sampa Leclercnya France itu konsepnya Leopard Jerman. Kenapa? karena Jerman memang Ahlinya...
Saya setuju untuk pengembangan Industri Bumnis, tapi yang logis lah, masa blm pernah liat, megang ngerasain naek MBT suruh bikin MBT?
Sebelum Membuat Opini, tolong pahami dulu dan cari data yang konkrit ya pak. Masa PT DI suruh bikin tank, diketawain pak Habibie ntar

Anonim mengatakan...

Anda Salah besar , PT.DI adalah INDUSTRI PESAWAT TERBANG (AERONAUTIKA) bukan industri persenjataan darat/kendaraan tempur, jadi PT. DI HAMPIR TIDAK MUNGKIN MEMBUAT TANK, karena PT. DI tidak punya alat dan SDM untuk membuat kendaraatn darat (baca :tank), sebaiknya anda koreksi pernyataan andamengenai "PT DIRGANTARA INDONESIA UNTUK MENGEMBANGKAN TANK BUATAN DALAM NEGERI".
PINDAD lebih tepat untuk mengembangkan dan membuat Tank, tetapi PATUT ANDA PAHAMI bahwa untuk membuat suatu SISTEM SENJATA YANG KOMPLEKS seperti TANK, membutuhkan proses RESEARCH & DEVELOPMENT (R&D) yang LAMA, RUMIT dan PASTI BIAYA yang dibutuhkan akan SANGAT BESAR ,belum lagi Biaya untuk membangun FASILITAS PRODUKSI seperti alat2 produksi dan bangunan2 pabrik, sehingga LEBIH EFEKTIF dan EFISIEN kalau TNI mengakuisisi Tank dari negara lain.
Formulanya seperti ini = Biaya R&D + Biaya Pengadaan Fasilitas + Biaya akuisisi (Pembuatan) > biaya akusisis (pembelian) dari negara lain, DITERJEMAHKAN : biaya membeli tank dari negara lain akan JAUH LEBIH MURAH dibandingkan dengan Biaya untuk membuat TANK SENDIRI (biaya R&D+Fasilitas+biaya pembuatan/akuisisi)
Anda adalah Ketua Komisi 1 yang Terhormat, Saya Harap anda bisa LEBIH CERDAS DAN LEBIH CERMAT dalam masalah pengadaan ALUTSISTA (Alat Utama Sistem Senjata), jangan sampai anda DITERTAWAKAN hanya karena anda TIDAK PAHAM

Anonim mengatakan...

Ass. wr. wb.
yth.Pak Siddiq

Indonesia belum pernah punya MBT, jadi kalau industri dalam negeri disuruh buat MBT itu adalah hal yang mustahil saat ini. Logikanya kalau melihat barang dan menggunakannya saja belum pernah bagaimana membuatnya? Untuk itu karena ini permintaan dari TNI sebagai user hendaknya disetujui. Dengan mengakuisisi MBT terbaik saat ini di dunia tentunya kita nantinya juga akan bisa menguasai teknologinya dengan menjadikan MBT ini sebagai bahan riset.

Anonim mengatakan...

Mantab komentar-komentarnya...Klo tau bakalan tolol begini g bakalan 2009 kemaren gw pilih PKS...

Anonim mengatakan...

Aslm,

Semoga Tuhan Mengampuni saya karena telah memilih PKS pd pemilu yang lalu.

melihat komentar Anda beserta kawan2 anggota K-1 termasuk dari beberapa Mantan Jendral "Bodoh" dengan inisial T.B.H, saya merasa sangat miris. Sangat terlihat kebodohan dari Anggota "Hewan" Perwakilan Rakyat. Sebagai masyarakat umum saya melihat, apa yang Anda utarakan mengenai "ketidak cocokan" MBT khususnya leopard 2a6 untuk Indonesia hanya sebagai cara untuk menunjukan "yang penting kontra" dari pemerintah.

Saya yakin Anda bukanlah bagian dari Calo Alutista karena menolak pengadaan tank Leopard dari Belanda secara G to G, namun saya yakin Anda sudah dipengaruhi oleh calo-calo tersebut. Minimal, statment2 bodoh Anda akan membuat "calo2" tersebut tertawa dan memanfaatkan dengan menawarkan jenis Tank lain dari produsen yang telah membayar mereka. Berhati-hatilah untuk membuat statment bodoh dan berhati-hatilah pada pensiunan Jendral yang memiliki kepentingan politik lain dan melupakan/tdk memikirkan kemajuan TNI. Bagi mereka, komisi dari agen Alutista lebih baik dibanding kejayaan TNI dan Indonesia.

Saran saya, Jika Anda memang tidak banyak waktu membaca literatur militer, berdayakanlah staf ahli Anda untuk banyak membaca literatur atau minimal mengikuti "kaskus militer" agar memberi pencerahan kepada mereka sebelum mereka memberikan saran kepada Anda. Saya yakin dengan begitu, Anda tidak akan mengeluarkan pendapat2 Bodoh lagi.

Semoga komentar2 Anda selanjutnya membuat saya tdk terlalu menyesal memilih PKS pada pemilu yang lalu. Semoga Admin yang Anda bayar untuk me-mengelola web ini bekerja dengan baik dan menyampaikan pesan ini.

Anonim mengatakan...

digegel ucing digegel ku bayi

Anonim mengatakan...

PT. DI ga membuat tank... melainkan membuat pesawat...

adalah hal yang konyol jika menyuruh PT. DI membuat tank..


nasionalisme ga perlu diumbar2 kalo kenyataannya kita memang belum mampu membuat alutsista... masih banyak negara yang membeli dari luar negeri dibandingkan yang menjadi produsen alutsista...

yang penting adalah peremajaan alutsista TNI yang sudah tua, segera dipercepat... jangan sampe DPR sendiri yang ngomel kalo ada kejadian anggota TNI tewas karena alutsista yang tua atau ada pulau yang di klaim negara lain... semuanya berpulang kepada anda-anda yang duduk di DPR, anda yang menyuruh TNI "to do more better" tapi anda sendiri yang menghalangi pembelian alutsista baru...

Tolong untuk spesifikasi alutsista yang dibutuhkan TNI jangan kalian ikut campuri dan kalian tentukan asal pembeliannya, mereka yang lebih paham kebutuhannya... tugas anda di DPR mengawasi penggunaan anggaran bukan mencereweti tipe alutsista yang harus TNI beli...

saya cuma rakyat biasa, tapi saya juga berhak megawasi tindak tanduk anda-anda yang duduk di DPR...

one more thing.... be smart sebelum berkomentar... tanya paman gugel mengenai hal yang tidak anda pahami... kalau perlu main2 ke forum yang membahas tentang militer disana banyak orang2 yang lebih paham...

Anonim mengatakan...

menurut Pak Mahfudz Siddiq sendiri kira2 industri dalam negeri untuk memproduksi TANK HANDAL SEKELAS Leopard baik dari segi proteksinya, daya hancurnya, sistem pembidiknya dan mesin tank itu sendiri berapa tahun Pak? 5 tahun kah? 10 tahunkah? 15 tahunkah? apa 20 tahun??????!!!! Negara sekelas Jerman ataupun negara2 Maju lainnya yang memiliki MBT (MAIN BATTLE TANK) itu butuh riset teknologi yang gak gampang Pak , butuh waktu bertahun-tahun untuk menguasai teknologi itu dan di tambah lagi pengalaman mereka dalam medan pertempuran.Sedangkan TNI sebagai User sudah bisa melihat seberapa penting penggunaan MBT oleh TNI di Indonesia saat ini. Kalau MBT belum penting2 bgt di gunakan di Indonesia Saya yakin pasti TNI tidak akan membuat planning pembelian MBT ini Pak.

untuk statment
"Komisi I menyatakan tak setuju dengan rencana pembelian tank Leopard itu. "Saya tidak tahu apakah TNI memaksakan membeli tank. Kalau dipaksakan, menjadi tanda tanya sendiri," katanya.

JAnganlah berfikir SU'UDZON terlebih dahulu klo TNI mau beli tank leopard ada main belakang dan sebagainya. Toch mereka juga sudah persilahkan KPK untuk mengawasi proses pembelian itu kan !!! (KPK= KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI)

Tolong dukung lah TNI, mereka lebih tahu peralatan tempur mana yang lebih baik buat mereka (TNI) gunakan.

Anonim mengatakan...

Memang harus bisa membuat tank sendiri.. Bangsa yg besar og cuma beli tank dari bangsa yg jajah kita.. Apalagi untuk keamanan teknologi.. TNI harus bisa buat teknologi canggih untuk peralatan tempur jangan beli dari negara laen.. kalo kita perang trs teknologinya oleh negara belanda dikasih tahu ke lawan kita bgmn coba... Rakyat Indonesia juga harus pinter... jangan waton komen...

Anonim mengatakan...

Aslm...

Agama tanpa ilmu BUTA, Ilmu tanpa Agama lumpuh.

Wasallam...

Anonim mengatakan...

idiot, makin keliatan kapasitas otaknya,,
yg kek gini kok bisa jadi anggota dewan!!

nyesel gw milih kemaren, hidup golput!

Pt.Di itu pesawat (udara)
yg darat itu Pindad nyatanya Pindad belom bisa sampe ke produksi MBT terima aja !!!!

Anonim mengatakan...

in reply to :

Anonim
24 Februari 2012 00:54

Memang harus bisa membuat tank sendiri.. Bangsa yg besar og cuma beli tank dari bangsa yg jajah kita.. Apalagi untuk keamanan teknologi.. TNI harus bisa buat teknologi canggih untuk peralatan tempur jangan beli dari negara laen.. kalo kita perang trs teknologinya oleh negara belanda dikasih tahu ke lawan kita bgmn coba... Rakyat Indonesia juga harus pinter... jangan waton komen...



^^

Belanda sendiri ga mbuat tank... tank leopard 2 yang akan TNI beli merupakan produksi jerman...

trus apa urusannya kalo belanda pernah jajah kita?

ada yang salah?

toh belanda beli Leopard 2 dari produsennya Jerman yang pernah menduduki Belanda saat PD II... ga ada masalah toh?

coba berpikir secara global... dunia sudah berubah...

jangan kayak katak dalam tempurung...

Anonim mengatakan...

jiah koar-koar disini,jangankan YANG DIPERTUAN AGUNG MAHFUDZ SIDDIQ, admin kroconya aja ga nanggepin... CAPEDESSSS

Anonim mengatakan...

Kalau Bapak tidak mengerti apapun yang berhubungan dengan militer atau alutsista , anda mending DIAM, Anda pun pasti tidak tahu apa itu MBT,LIGHT TANK,IFV,APC, dll ... Jangan sekedar bawel, LIAT FORUM MILITER KASKUS UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN ANDA !!!!

Anonim mengatakan...

in reply to :

Anonim
24 Februari 2012 00:54

Memang harus bisa membuat tank sendiri.. Bangsa yg besar og cuma beli tank dari bangsa yg jajah kita.. Apalagi untuk keamanan teknologi.. TNI harus bisa buat teknologi canggih untuk peralatan tempur jangan beli dari negara laen.. kalo kita perang trs teknologinya oleh negara belanda dikasih tahu ke lawan kita bgmn coba... Rakyat Indonesia juga harus pinter... jangan waton komen...

^^^ ORANG DI ATAS INI LUGU = LUCU-LUCU GUOBLOK, belajar dulu sana gih yang pintar! ga asal njeplak aja! anda kira buat MBT,light tank,ifv,apc dll. seperti mbuat onde-onde ya?

Anonim mengatakan...

ya ampun apa perlu dibubarkan nih dpr aku sudah capek dengak kelakuan anggota komisi no 1

Anonim mengatakan...

inilah kenapa saya gak jadi pendukung PKS lagi.
Tim Bapak siapa sih pak? mbok ya nyari yang pinteran dikit gitu, masa gak bisa bedain PT DI ama PINDAD.
lain kali jangan asal njeplak ya pak.

Anonim mengatakan...

Assalammu'alaikum Wr Wb

Sebagai warga Pecilon Cirebon saya menyarankan Bapak untuk lebih dalam mempelajari tentang tank, karena dari komentar Bapak tercermin pengetahuan tentang tank yang sangat minim. Bukankah dalam agama kita harus menguasai suatu masalah dulu sebelum kita sebagai umaro membuat/menyarankan keputusan, karena dampaknya akan sangat luar biasa jika salah. Amanah yang diemban akan ditagih pertanggungjawabnnya di akherat. Saya yakin Bapak akan segera mempelajari mendalam tentang kontur tanah Indonesia, ground pressure tank, daya gentar tank (light tank/medium/MBT) dan teknologi terkini tank. Jika sudah menguasai semua itu, kami masyarakat menyerahkan kebijaksanaannya kepada anda Sang Wakil Rakyat... Wassalam Maju Terus PKS ku!

Anonim mengatakan...

udahlah pak mahfudz, terus terang sajalah,
berapa anda disogok ama mafia rusia utk menjegal pembelian MBT leopard2 dan mengalihkannya ke pembelian T-9o dr rusia?
krn sejak awal anda berburuk sangka kpd TNI yg ingin mndatangkan leopard2, maka saya jg berhak berburuk sangka bahwa anda brkoar2 itu krn mjd antek2 mafia rusia

Anonim mengatakan...

ILMIAH SAJA PAK MACHFUDZ.............

DARWIN BERJARAK 2 JAM PENERBANGAN DARI MERAUKE BERCOKOL RATUSAN TANK M1-ABRAMS AMERIKA DAN AUSTRALIA.

DI NTT, KITA BERBATASAN DENGAN TIMOR LESTE YG KONON SEDANG MEMESAN MBT KE CHINA.

BATAM, BERJARAK 1 JAM LAUT DENGAN SINGAPURA BERCOKOL 150 LEOPARD A2.

KALIMANTAN UTARA SEPANJANG 1900 KM DARI TANJUNG DATU SAMPAI SABAH, TELAH DITEMPATKAN 150 MBT PT 91 MALAYSIA.

NKRI TELAH DIKEPUNG MBT......MASAK DILAWAN SAMA TANK JANKRIK--SCORPION DAN TANK SISA PERANG DUNIA KEDUA AMX tni AD......LEBIH BAIK ANDA MINTA PRAJURIT BUNUH DIRI..KETIMBANG ANDA BERIKAN SENJATA MEMBLE SEPERTI ITU.

NKRI HARGA MATI, LEOPARD HARGA MATI

BUKA MATA, TELINGA, HATI DEMI NKRI!!!!

Anonim mengatakan...

Hayo ngaku siapa yang muter cd t90 rusia dari makelar alutsista

Anonim mengatakan...

Ini blog fungsinya apa sih?....
yang punya blog ga pernah nanggepin komen yg ada disini.
takut atau... ga tau caranya, paling juga yang bikin dan ngurus blog ini bukan si siddiq.

Saran saya, sekolah dulu sebelum jadi anggota MPR. jd anggota MPR Modal duit, otak ditinggal dirumah, makanya ngomong asal jeplak.

Anonim mengatakan...

ngomong2... tuh CD yg dari makelar alutsista gimana ceritanya bisa masuk loker anggota kewan ya....
:D

Beritanya sudah tersebar LUAAAAS di SELURUUUH INDONESIA.

MahfudzSiddiq-MediaCenter mengatakan...

Terima kasih atas komentar-komentar yang ada. Komentar bapak-bapak tersebut menunjukan kecintaan bapak-bapak terhadap republik ini, begitupun dengan saya. Sedikit penjelasan saya terhadap pandangan bapak-bapak yang saya hormati.
"Saat ini paradigma belanja Pertahanan kita harus berubah, tidak lagi melihat dan membeli dari luar negeri, tapi harus mulai melihat dan mengembangkan di dalam Negeri supaya memberikan banyak manfaat untuk Rakyat Indonesia. Harus ada keyakinan dan tekad yang kuat bahwa Indonesia mampu memproduksi peralatan dan perlengkapan pertahanan, bahkan kita juga harus yakin bahwa suatu saat nanti kita bisa juga menjual produk Pertahanan ke Luar Negeri dan menghasilkan devisa untuk Negara,jika ada Alutsista yang memang belum diproduksi di Dalam Negeri dan terpaksa harus di impor, maka jangan di impor dengan tangan kosong. Maksudnya, harus ada kesepakatan untuk transfer teknologi dan juga dapat menggunakan komponen dari Dalam Negeri."
Semoga penjelasan saya dapat memberikan pemahaman dan kemaslahatan bagi kita semua.

Anonim mengatakan...

Aaaargghhh...
kok ga paham juga nih Bpk. Mahfudz anggota dHewan yang terhormat...
Bukannya memperbaiki diri dan belajar dari orang2 yang lebih ahli tapi terus aja menutupi kebodohan...
PKS sama aja ternyata sama yang lain...

Harco mengatakan...

kalau ada transfer of technology ya jangan dibeliin ketengan dong pak.... omong kosong saja kalau minta tot cuman beli 50-100 biji. Yang pasti TNI sebagai user pasti sudah melakukan kajian kenapa yang dipilih Leopard 2 bukan T90

moemoen mengatakan...

MahfudzSiddiq-MediaCenter:
terima kasih atas jawabannya.. sungguh senang dapat berkomunikasi dengan Bapak.
dari jawaban tersebut, saya yakin seluruh rakyat Indonesia termasuk legislatif, eksekutif 100% setuju. namun konteks jawaban tersebut, MAAF!!! bukan utk artikel Bapak di atas. karena Bapak tolak MBT Leopard bukan krn alasan di atas, TETATPI KARENA TIDAK COCOK UNTUK ALAM INDONESIA!!!

Ingat bahwa dalam pengadaan alutsista: "Kalau bisa di produksi didalam negeri, ya harus dalam negeri. Kalau tidak bisa dalam negeri, harus joint production. Kalau joint production tidak bisa, baru beli dari luar negeri."

jelas bahwa utk item2 tertentu spt: pesawat tempur, kapal selam, MBT, rudal, dsb, Indonesia belum bisa produksi, dan untuk JO perlu pengorbanan lebih termasuk waktu dan dana.

sekarang ada opsi ringkas dan jelas (waktu singkat, kesempatan ada, sedikit dana keluar, dapat barang lumayan banyak, purna jualnya kita kerjasama dengan produsen, dan yg jeas G to G)) dan dapat barang bagus.. kenapa itu di tolak?? klu urusan kesepakatan dan ToT atau menggunakan produk dalam negeri, hal tersebut yang dibicarakan pemerintah (dephan) dengan Jerman sbg produsen, dg harapan kita dapat "mencicipi dan belajar" utk memperbaiki dan service nya.

Anonim mengatakan...

"Maksudnya, harus ada kesepakatan untuk transfer teknologi dan juga dapat menggunakan komponen dari Dalam Negeri."

Kalau mau ToT ya belinya jangan ngeteng pak, sekali beli 200 atau lebih gitu dan minta ToTnya yang wajar misalnya: ToT amunisi tanknya dulu supaya pindad bisa bikin sendiri & TNI jg bisa sering live fire exercise.

Anonim mengatakan...

TO bapak sidik... anda terus berkoar2 tentang TRANSFER OF TECHNOLOGY... sekarang pertanyaannya..
orang bodoh mana (kecuali anda) yg mau jual rahasia dapurnya ke orang lain kalo tuh orang belinya ketengan..mending lusinan atau kodi-an, KASIH DUITNYA BUAT BELI ALUTSISTA YG BANYAK baru ngomong soal TOT.. Ngemeng mulu soal Transfer of technology, ga belajar lo dari kasus India?(gue jamin nih orang kaga tau kasus india kenapa :P )
Slogan Komisi 1 yg terkenal:
"Apapun proyeknya.. Komisi harus nomer satu"....

ini juga paling yang bales staff atau jongosnya. Kalo Indonesia sampai perang gue berharap nih orang jadi korban tewas pertama deh...

Anonim mengatakan...

ASS MLKM Bpk MAHFUD SIDIQ

Pak DI Forum - forum international negara kita di ledekin terus pak mereka bilang alutsista kita rongsokan apalagi negara serumpun kita yg sombongnya minta ampun negara kita di maki-maki,dengan negara sekecil SPORE juga udah berani memaki negara kita,saya mohon dengan sangat- sangat pengadaan ALUTSISTA jangan di persulit jadikanlah bangsa ini punya martabat dan punya harga diri,kepada siapa lagi rakyat menyampaikan aspirasinya kalau bukan wakilnya di DPR.

makasih

ocean

Anonim mengatakan...

pak mahfud (atau jongosnya yang reply?), kalo mo Tranfer of Technology (ToT) ya beli leopard 500 biji dong!!! abisin tuh stok leopard di belanda dan jerman (di seluruh eropa kalo perlu). Anggarkan dong duitnya, wong buat WC gedung DPR aja sampe EM-EM-an gitu masa buat alutsista beli eceran???

Anonim mengatakan...

hihihihhihihi... makin keliatan goblog kayaknya... kalo mo TOT beli borongan, jangan ketengan... liat tuh China, beli ratusan biji sukhoi + TOT dan lisensi, yang akhirnya mereka kasih nama J-11 yang merupakan keturunan dari Su-27 nya Sukhoi Ruskie...
Nah klo mo beli MBT dapat TOT yah beli banyak... Leopard 100 biji itu pintu buat TOT. Secara logika, orang kali beli banyak pasti penjualnya banyak kasih bonus.
Makanya, lain kali harus lebih diperdalam klo mau kasih Saran ya pak. Jerman itu ahlinya MBT. Klo gak ngerti masalah teknis jangan ikutan komen.
Kalo soal politik MUNGKIN bapak memang jago, tapi untuk soal teknis Alutsista dengan tidak mengurangi rasa hormat, ITU BUKAN RANAH KOMISI 1.
Terima Kasih

Anonim mengatakan...

waduhh pak kenapa berdayakan PTDI .... PTDI BUAT PESAWAT !!!
berdayakan PINDAD ... tapi apakah Pindad udah bisa.. saya kira belum jika suruh Buat MBT... lah MBT aja kita belum punya Loh pak, yang baru kita bisa buat itu baru APC, dan IFV aja baru pengembangan .. sebenernya bapak harus bisa realistis lah...

gimana political will yang pemerintah dan DPR telah lakukan untuk industri strategis kita... Pindad ini PT yg termasuk berhasil loh pak... tapi apa hadiah bagi PT yang berhasil seperti pindad yg DPR dan pemerintah telah berikan... kucuran dana dan reformasi manufakturing..?? saya kira tidak.. peralatan dan mesin produksi pindad untuk small arm memang masih dibilang layak pak, tapi untuk apakah ada mesin produksi pindad yang dibilang jempolan untuk Industri berat... saya kira masih jauh kalau dibanding singapora dgn ST kinetics yg bisa buat SSPH Primus.. apalagi Dengan korea Hyundai Rotem defens dgn produk MBT K1A1 .... saya harap orang seperti bapak yg duduk sebagai anggota dewan sebaiknya lebih bisa terbuka dan menampung aspirasi rakyat terutama disini rakyat INDONESIA yg perduli akan Militer, bapak Bisa berkunjung dan saling belajar di forum militer .. dimana sekarang bapak ditempatkan dalam komisi mengenai pertahanan dan hubungan luar negri ... sekilas tulisan salah satu rekan kami :
http://hankam.kompasiana.com/2012/01/29/tank-medium-benarkah-lebih-cocok-dibanding-mbt-di-indonesia/
http://hankam.kompasiana.com/2012/02/06/mengupas-hal-hal-lain-seputar-polemik-pengadaan-mbt-buat-tni-ad/

Anonim mengatakan...

MahfudzSiddiq-MediaCenter:
Bapak tolak MBT Leopard bukan krn alasan di atas, TETATPI KARENA TIDAK COCOK UNTUK ALAM INDONESIA!!!

Tidak cocok? bagaimana pendapat bapak mengenai PT-91M Malaysia yang main2 di serawak? (sama2 Borneo Loh)
bagaimana pula dengan T-55 Vietnam?
kontur alamnya kurang lebih sama, gunung2, sawah, hutan.
Belum pernah liat kok udah berani nolak?
gimana klo Leopard di test dulu di Indonesia?
Setelah terbukti bisa dipakai, apa masih ngotot nolak?

Anonim mengatakan...

Adminnya makan gaji buta nih..

Semua comment nggak ada yang di bales, pdhal banyak yang di awal commentnya mengucapkan "Assalamualaikum", wajib loh di bales..Katanya PKS islami,kayak gitu aja kok harus di ajarin..

Kl blognya kayak gini sih mending bikin brosur atau selebaran aja pak Mahfudz, sama-sama komunikasi 1 arah toh..

Anonim mengatakan...

Saya ada ide... gimana kalo kita banjiri aja websitenya PKS dengan tanggapan kita, daripada disini di kacangin.
biarin aja overload tuh server PKS, masalah dia toh itu kan.

Kepada bawah saya yg mrasa berkepentingan, jangan komen disini lagi... percuma, mending langsung aja ke websitenya PKS.. moncrot2 dah tuh PKS.. untung gw ga nyoblos PKS kmaren( dan ga akan jg ke depannya).
PKS = Partai Kepentingan Sesaat.

ilham mengatakan...

Wah di banned gak yah... kalo nge-junk disini

INILAH AKIBAT KALO RAKYAT LEBIH TAU BANYAK DARI PADA WAKIL RAKYAT. HAHAH

Anonim mengatakan...

kenapa ya pada ngotot banget harus leopard? kenapa ya baru belajar (baca) di kaskus aja kayak yang sudah paling tau? kenapa ya kalo tiap komen harus dijawab? kenapa, kenapa, kenapa? ya gak kenapa-napa sih :p

Anonim mengatakan...

Assalamu Alaikum wr wb,
Dengan penuh rasa hormat, tolonglah pak hentikan pernyataan2 yang membuat orang geli atau bikin geleng2 kepala dengan pernyataan tdk cocoklah, ambleslah, atau apalah.
Kalau mau produksi dalam negri, emangnya pindad dah bisa bikin? Kan Direktur pindad sendiri sdh bilang kl mereka belum bisa bikin MBT. Singapura saja yg sdh sangat maju industri alutsistanya masih harus beli MBT Leopard lha kita? Anoa saja kl tdk di paksakan ma Pak JK dulu entah bagaimana nasibnya sekarang itu baru APC lho pak bukan medium tank apalagi MBT.
Masa APC Anoa katanya tinggal dibikin tebal bajanya dikasi roda rantai kasi kanon besar jadilah MBT hahahaahha betul2 bikin ngakak pak kl emang bisa seperti itu pastilah Singapura sdh jauh2 hari bikin bukan malah beli MBT Leopard bekas.

Dan tolong urusan teknis bgt jgn dicampuri pak, serahkan ke usernya dalam hal ini TNI. Selama Toyota HiLux bisa lewat saya pastikan MBT juga bisa lewat, coba pak cari2 referensi tentang Ground Pressure.

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum wr wb, salam sejahtera

Ketika menyampaikan penolakan terhadap pengadaan MBT Leopard 2, tolong sampaikan latar belakang dan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis bukan hanya berdasar asumsi. Saya sangat yakin bahwa user (TNI AD) sudah melakukan kajian teknis mengenai spesifikasi, pagelaran, infrastruktur, operasional dan pemeliharaan sehingga menjatuhkan pilihan kepada MBT Leopard 2.

Jika MBT tidak cocok di Indonesia, berarti negara yng memiliki MBT atau produsen MBT telah melakukan satu 'kesalahan' fatal. negara beriklim tropis dan memiliki tanah gembur tidak hanya Indonesia pak, bahkan di Rusia banyak wilayah yang daya dukung tanahnya kurang bagus (terutama Siberia, yg saya pernah lihat liputannya)

Silahkan lihat tambang2 (batubara) di kalimantan, saya melihat dengan mata kepala sendiri backhoe PC 1100 (berat lk 105 ton) dapat melewati tanah merah tanpa hambatan berarti

Terima kasih, wassalamualaikum

Gurugede mengatakan...

bapak ketua K1 DPR RI yang terhormat,

Pernyataan bapak tentang MBT dan semua komentar di situs bapak ini sungguh akan menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda untuk dimaknai dan diambil nilai-nilai yang bisa digunakan di masa mendatang demi Indonesia yang lebih baik.

Salam.

Raswan Aditya mengatakan...

Pak Mahfudz

Mohon dikoreksi saja kalau Tank Leopard itu buatan Jerman bukan Belanda. Memang saat ini Leopard juga digunakan sebagai salah satu jajaran MBT dari NATO.

Soal ide mendorong PT. DI, PT. PINDAD atau PT. PAL bisa membuat persenjataan yang lebih baik bagi Indonesia sangat saya dukung.

Posting Komentar