Kamis, 26 Januari 2012

DPR Diajak ke Belanda Tinjau Tank Leopard

Ajakan ditolak, Komisi I justru ingin temui partai Belanda yang tolak penjualan tank ke RI.

Kamis,19 Januari 2012,JAKARTA- Pemerintah mencoba membujuk Komisi I DPR RI soal rencana pembelian tank Leopard bekas milik Belanda. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin, menyampaikan Kementerian Pertahanan mengundang Komisi I untuk bersama-sama melawat dan meninjau ke Belanda. Ajakan tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan seminggu lalu melalui surat.

"Seminggu yang lalu Kemenhan telah mengundang komisi I bergabung meninjau ke Belanda, tapi kami sepakat tidak ikut bergabung dengan rombongan Kemenhan," kata Tubagus dalam pesan singkat kepada VIVAnews.com, Jumat 13 Januari 2012.

Tubagus menambahkan, jika memang harus berkunjung ke Belanda, Komisi I lebih tertarik menemui pimpinan partai di parlemen Belanda yang menolak rencana Indonesia membeli tank Leopard tersebut.

"Andaikan harus meninjau, kami sepakat akan meninjau dengan biaya sendiri dan titik berat kami adalah mempelajari aspek-aspek politisnya dan bukan aspek teknis, karena itu bukan ranah kami," kata Tubagus.

Soal rencana pembelian tank, ujar dia, "Sampai hari ini pihak Kemenhan belum secara resmi memaparkan rencana pembelian tank Leopard bekas dari Belanda. Kami Komisi I baru mendapat informasi tentang rencana itu dari media. Sehingga kami sepakat belum memberikan keputusan apapun tentang rencana tersebut."

Sebelumnya, Tubagus mengatakan, tank Leopard buatan Jerman tidak cocok digunakan di Indonesia. Meski tank itu didukung teknologi canggih dan memiliki jangkauan tembak sampai 6 km, dia menyatakan Leopard tidak tepat digunakan sebagai alat perang di Indonesia. "Tank Leopard cocoknya memang untuk padang luas, di gurun. Kalau di sini mau dipakai untuk apa dan di mana?" kata Tubagus. Menurut dia, tank buatan Pindad malah lebih cocok.

Ketidaksetujuan serupa juga diungkapkan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq. Alih-alih membeli Leopard bekas, dia berpendirian pemerintah lebih baik mendorong PT Dirgantara Indonesia untuk mengembangkan tank buatan dalam negeri. (kd/vivanews)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar