Rabu, 04 Januari 2012

Gunung Ile Lewotolo Siaga, Ular Masuk Kampung

Asap hitam pekat setinggi 50 meter ke luar dari kawah. Ratusan warga mulai mengungsi.Rabu, 4 Januari 2011 ,

NTT- Aktivitas gunung berapi Ile Lewotolo di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur terus meningkat. Semburan asap tebal berwarna hitam setinggi 50 meter dilaporkan ke luar dari kawah gunung sejak Rabu, 4 Januari 2012.

Selain itu, berbagai jenis tanaman di sekitar lereng gunung mulai kering, serta bau belerang tercium sampai radius lima kilometer.

Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun, yang dihubungi melalui telepon mengatakan, sampai dengan Rabu siang, warga yang mengungsi ke Lewoleba, mencapai 400 orang. “Jumlahnya akan terus bertambah apabila aktifitas gunung semakin meningkat,” kata Viktor.

Para pengungsi lanjutnya, berasal dari lima desa, dan ditampung di beberapa gedung pemerintah di Lewoleba, ibukota kabupaten.

Dia menambahkan, semburan asap hitam dari kawah gunung membuat Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan status gunung setinggi 1.455 meter dari permukaan laut itu menjadi Siaga atau Level III. “Sebelumnya tidak ada asap hitam. Namun saya baru dilaporkan sejak Rabu pagi, asap hitam pekat mulai terlihat di kawah gunung,” katanya.

Sejumlah warga yang mengungsi mengaku bau belerang tercium sampai beberapa kilometer. “Pohon pohon di sekitar gunung mulai kering dan beberapa jenis binatang hutan seperti musang, ular dan babi hutan mulai masuk kampung. Kami akhirnya memilih untuk mengungsi,” kata salah satu pengungsi dari Desa Lewohala.

Menurut Viktor, bantuan makanan dan obat obatan sudah didistribusikan ke lokasi pengungsi, termasuk penempatan tim medis dan relawan kemanusiaan. “Pemerintah akan mengevakuasi warga di 10 desa terdekat apabila peningkatan status membahayakan keselamatan mereka,” lanjutnya.

Sepuluh desa yang berada di zona berbahaya antara lain Desa Lamariang, Lewohala, Pukabumi, dan Jontona di Kecamatan Ile Ape Timur.

Kapolres Lembata, AKBP Marten Johannes yang dihubungi terpisah mengatakan, sedikitnya 200 personel polisi disiagakan untuk mengevakuasi warga menyusul kenaikan status siaga 3 gunung Ile Lewotolo, di Kecamatan Ile Ape. “Untuk sementara, Mapolres Lembata menjadi Posko utama iInformasi status gunung berapi Lewotolo,” kata Marthen.

Menurutnya, kepolisian setempat sudah mendapat instruksi untuk siaga setiap saat dalam rangka mendukung tugas kemanusiaan, melakukan pencarian korban dan evakuasi warga.

Sementara, berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kenaikan status menjadi Siaga ditetapkan sejak 2 Januari 2012 pukul 18.00 Wita.

Gunung api ini sudah beristirahat 92 tahun. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1920 berupa letusan kecil. Masyarakat sekitar tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di sekitar gunung dalam radius 2 kilometer.

Masyarakat di sekitar Ile Lewotolo juga diharap tenang, tidak tepancing isu tentang letusan. (eh)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar