Jumat, 13 Januari 2012

Kasus Nunun: KPK Periksa Bankir Artha Graha

Hari ini KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap Kepala Cabang Bank Artha Graha.
Jum'at, 13 Januari 2012, 11:33 WIB ,
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah saksi terkait kasu cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom.

Hari ini, KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap Kepala Cabang Bank Artha Graha cabang Pemuda, Arifin Djadja. KPK menegaskan pemanggilan Arifin sebagai saksi bagi tersangka Nunun Nurbaetie Daradjatun.

"Arifin Djadja, kepala kantor cabang PT Bank Arta Graha dipanggil sebagai saksi," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantor KPK, Jakarta, Jumat, 13 Januari 2012.

Arifin dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik KPK pada pukul 09.30 WIB, namun hingga pukul 10.00 WIB belum hadir di kantor KPK.

Sebelumnya KPK telah meminta keterangan sejumlah pegawai Bank Artha Graha diantaranya Kepala Divisi Treasury PT Bank Artha Graha, Gregorius Suryo Wiarso, Cash Officer Bank Artha Graha Tutur dan Suparno.

Teka-teki asal cek perjalanan yang diterima anggota Komisi Keuangan dan Perbankan periode 1999-2004 sudah terkuak. Pejabat Bank International Indonesia mengungkapkan bahwa cek perjalanan yang dikeluarkan BII atas permintaan Bank Artha Graha.

"Pada 8 Juni 2004 kurang lebih pukul 9 pagi, ada telepon dari Bank Artha Graha. Mereka pesan 480 lembar nilainya Rp 24 miliar," kata Kepala Seksi Traveller Cheque BII, Krisna Pribadi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat 26 Maret 2010 silam.

Direktur Utama Bank Artha Graha, Andy Kasih, sudah pernah diperiksa penyidik KPK dalam kasus ini. Pemeriksaan Andy Kasih dilakukan pada 3 November 2010.

Kasus suap ini telah menyeret sejumlah anggota DPR periode 1999-2004 ke balik jeruji penjara karena telah terbukti menerima 480 cek senilai Rp 48 miliar.

Sebanyak 480 cek tersebut diduga kuat disebarkan oleh Nunun Nurbaetie kepada sejumlah anggota dewan terkait pemenangan Miranda Swaray Goeltom sebagai DGS BI tahun 2004. KPK telah menetapkan Nunun Nurbaetie sebagai tersangka kasus cek pelawat dan hingga kini masih menjalani proses penyidikan di KPK. (ren/VIVAnews)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar