Selasa, 17 Januari 2012

Ketika Pak Menteri Sosial Naik Ojek

Menteri Sosial Salim Segaf al Jufri sangat menikmati naik ojek dari pos pemantauan perbatasan desa Temajuk menuju dusun Camar Bulan. “Kalau tak ada yang nyopir tadi, saya sopiri sendiri motornya,” ujar Mensos kapada para wartawan yang meliput kunjungan Mensos bersama Menko Kesra, Menteri Pekerjaan Umum dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ke daerah perbatasan Sambas-Serawak ditemani Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Sambas (7/1).

Rombongan wartawan dan Gubernur Kalbar memang harus menempuh perjalanan darat Pontianak-Sambas selama empat jam, dilanjutkan Sambas-Temajuk selama minimal enam jam. Sementara rombongan menteri naik helikopter. “Kami harus menembus hutan, alhamdulillah jalannya bagus. Tapi saat menyeberangi sungai harus menunggu saat yang pas agar tidak hanyut atau tergelincir. Minimal 12 jam perjalanan dari Pontianak ke perbatasan,” ungkap Ria, reporter RRI.

Saat ditantang, Mensos menyatakan siap jalan bersama wartawan suatu hari untuk meninjau daerah terpencil. “Tahun lalu saya pernah mengunjungi lokasi KAT (komunitas adat terpencil) di dusun Sisere, di kaki gunung Toposo, kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kami naik motor trail dan jalan kaki ke lokasi,” jelas Mensos. Pada tahun 2012-2014 program Kementerian Sosial diprioritaskn untuk 50 kabupaten tertinggal, sebagian di antaranya daerah perbatasan dan terpencil.

Pada kunjungan ini, Menko Kesra meluncurkan Program Terpadu Pembangunan Kampung dengan dukungan kementerian teknis. Sedangkan Kemensos merealisasikan Program Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis) sesuai amanat Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, dimana Kemensos menjadi leading sector. Program inisiasi di Camar Bulan antara lain: pembangunan infrastruktur jalan perbatasan sepanjang 14 kilometer oleh Kementerian Pekerjaan Umum (46 kilometer jalan sedang dalam proses pembangunan), perbaikan pasar desa, rehabilitasi 100 unit rumah tidak layak huni (senilai Rp 1 miliar), pemberian modal hibah untuk 100 kelompok usaha bersama (senilai Rp 2 miliar), pelatihan tenaga kerja terampil, dan lain-lain.

“Pembangunan jalan perbatasan akan dilanjutkan BNPP dan Pemerintah Daerah. Sementara pembangunan perumahan nantinya didukung Kementerian Perumahan Rakyat. Pemerintah serius membangun daerah perbatasan dan menyejahterakan warganya,” papar Menko Kesra Agung Laksono kepada wartawan. Setelah menandatangani prasasti, Menko Kesra bersama Mensos dan Menteri PU memeriksa rehabilitasi rumah dan menyapa Pak Nasir, salah seorang warga yang diperbaiki rumahnya. Saat ini tercatat warga desa Temajuk sebanyak 480 KK (1890 jiwa). Kondisi rumah mereka masih sangat sederhana, apalagi jika dibandingkan dengan rumah warga di negeri jiran

Bupati Sambas, Dra. Juliarti Djuhardi Alwi, menerangkn mata pencaharian warga sebagian adalah nelayan dan pekebun karet. Potensi alam yang belum tergali sangat banyak, antara lain tanaman lada yang dapat digarap secara massal. “Jika dilatih dan diberi peluang, maka warga kami siap membangun kampung halaman sendiri. Kami cinta negeri ini,” kata bupati perempuan itu dengan penuh semangat.

Sementara Gubernur Kalbar Cornelis menegaskan agenda pembangunan daerah perbatasan bukan bersifat politis. Tapi demi menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di manapun berada. “Jangan ragukan nasionalisme kami,” seru Gubernur berapi-api.

Ada momen yang berkesan ketika mengakhiri sambutan resmi, Mensos membalas pantun yang disampaikan bupati dan gubernur. “Kalau tidak dengan tinta, tak kan kutulis syair ini. Kalau tidak karena cinta, tak kan kami hadir di sini,” ucap Mensos yang disambut tepukan riuh warga Camar Bulan yang berkumpul di lapangan desa.

KUNJUNGI PANTI ANAK DI PONTIANAK
Sebelum berangkat ke Camar Bulan, Mensos Salim Segaf mengunjungi panti anak Al Amien di pinggiran kota Pontianak ditemani Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Makmur Sunusi, Direktur Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan Teguh Haryono, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar M. Zeet Hamdy, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalbar Junaidi (6/1).

Dalam arahannya, Mensos menegaskan Pemda perlu meningkatkan porsi anggaran kesejahteraan sosial dalam APBD. “Karena masalah sosial sangat kompleks, tak bisa ditangani hanya oleh pemerintah pusat sendiri. Anggaran Kemensos 2012 senilai Rp 4,57 triliun, sebagian besar dikirim ke daerah untuk Program Keluarga Harapan, dana dekonstrasi dan tugas perbantuan. Jika masalah sosial dibiarkan, maka akan mengganggu perkembangn ekonomi, dan sebaliknya bila masalah sosial tertangani akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan stabilitas keamanan,” papar Mensos. Warga panti menyambut Mensos dengan pantun rebana dan silat Tarung Derajat.

Mensos menyampaikan bantuan Rp 30 juta kepada warga panti. “Panti ini didirikan secara swadaya sejak 2002. Saat ini alumni kami ada yang mandiri dan bekerja di perusahaan swasta,” ungkap Kepala Panti Mahlan Yani, sambil menangis terharu karena tidak menyangka akan diziarahi rombongan Mensos. Sekda Provinsi Kalbar menerangkan: “APBD Kalbar sekitar Rp 2 triliun, dianggarkan Rp 12 miliar untuk program kesejahteraan sosial. Memang masih minim. Dari 179 panti sosial yang ada, hanya tiga panti yang dikelola Pemda, pantai lain adalah inisiatif masyarakat.” Pemda Kalbar mendapat bantuan Kemsos senilai Rp 3,4 miliar untuk subsidi 137 panti (3.111 kelayan), masih ada 42 panti (1.260 kelayan) yang belum terbantu dan harus ditangani daerah. [depsos.go.id]
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar