Rabu, 29 Februari 2012

10 Maret, RI Resmi Kirimi Amerika Surat Soal Kelapa Sawit

Rabu, 29 Februari 2012 14:03 wib.
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menuturkan akan mengirimkan tanggapan resmi kepada pihak Amerika Serikat (AS) pada 10 Maret 2012 terkait CPO RI yang ditolak oleh Negara Adidaya tersebut.

Wakil Menteri Pertanian Rusman heriawan menjelaskan sebelum tanggapan tersebut dikirimkan kepada pihak AS, pemerintah akan melakukan diskusi dengan peneliti, dan stakeholder kepala sawit yang ada di Indonesia.

"Nanti pemerintah akan mengundang semua pihak yang terkait pada 2 Maret 2012. Ya bukan lagi semacam roundtable, tapi pada posisi memfinalkan sehingga akan membuat clear. Terkait dengan dugaan dalam bentuk NODA EPA itu, kalau mungkin juga mengundang stakeholder kelapa sawit, setelah itu kita kirim ke AS pada 10 Maret 2012," ungkapnya kala ditemui dalam acara Insentive for Sustainability in Agri-Business Sustainable Palm Oil di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Rusman pun menegaskan dengan adanya permasalahan ini, pihak AS sama sekali tidak menyetop ekspor CPO yang berasal dari Indonesia. Menurutnya, hal tersebut baru semacam peringatan yang diberikan kepada Indonesia.

"AS sendiri tidak dalam posisi setop sama sekali tapi ini baru warning yang baru mengundang respon dari kita dulu. Jangan membayangkan sekarang tidak ada kelapa sawit kita yang masuk ke AS, semua masih jalan saja," paparnya.

Seperti diketahui, keluarnya hasil Notice of Data Availability Environmental Protection Agencys (NODA EPA) terkait kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca telah berpengaruh terhadap ekspor CPO dari Indonesia ke negara tersebut.

Kebijakan NODA EPA sendiri mengharuskan palm oil turunan dari CPO yang digunakan untuk biofeul sebagai energi terbarukan harus mampu menurunkan emisi hingga 20 persen. Akan tetapi NODA EPA menyebutkan palm oil dari Indonesia hanya mampu menurunkan emisi 19 persen. (wdi/okezone)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar