Selasa, 07 Februari 2012

Idealnya, TNI AL Miliki 12 Kapal Selam

Selasa, 07 februari 2012 10:19 WIB .
JAKARTA - Luasnya lautan yang mengelilingi Indonesia membutuhkan dukungan alutsista yang cukup untuk menjaga keamanan dan keutuhan Negara KEsatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedikitnya, negara kepulauan seperti Indonesia memerlukan 12 armada kapal selam.

Hal itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Senin (6/2).

"Kalau bicara kebutuhan, sudah pasti kami ingin memiliki banyak armada kapal selam, tetapi kami juga paham dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah," katanya kepada wartawan usai menyambut kedatangan kapal selam KRI Nanggala-402 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya.

Kapal selam KRI Nanggala-402 baru saja menjalani perbaikan menyeluruh (overhaul) di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan, selama dua tahun.

KRI Nanggala merupakan salah satu dari dua kapal selam yang dimiliki TNI AL, selain KRI Cakra-401 yang sudah lebih dulu menjalani perbaikan di galangan yang sama pada tahun 2004-2006.

"Guna mendukung kekuatan pokok minimum yang menjadi garis kebijakan TNI AL, paling tidak TNI AL harus memiliki minimal enam armada kapal selam. Sampai 2015 mendatang, kami harapkan sudah ada lima kapal selam," ujar KSAL.

Menurut Laksamana Soeparno, tiga unit kapal selam baru hingga saat ini masih dalam proses perencanaan dan segera akan diputuskan oleh pemerintah.

Dalam acara penyambutan KRI Nanggala tersebut, hadir Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq dan sejumlah anggotanya, pejabat Kementerian Pertahanan dan petinggi TNI AL.

Menurut Mahfudz Siddiq, proses modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI, termasuk TNI AL, merupakan kebijakan yang tidak bisa ditunda, kendati muncul sikap pro-kontra di kalangan masyarakat.

"Kondisi sebagian alutsista milik TNI sudah berumur tua dan tidak efisien dari segi perawatan dan membebani APBN. Oleh karena itu, Komisi I DPR sangat mendukung langkah modernisasi tersebut demi penguatan alutsista TNI," ujarnya.

Menurut ia, dukungan Komisi I DPR sudah direalisasikan dengan menyetujui anggaran TNI dan Kemhan pada APBN 2012 sebesar Rp72 triliun.

"Tapi, kalau dibandingkan anggaran pertahanan yang dimiliki negara tetangga, jumlah Rp72 triliun itu masih lebih kecil," tambahnya.

Terkait kapal selam TNI AL, Mahfudz Siddiq mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan ke galangan kapal di Korsel yang memperbaiki KRI Cakra dan Nenggala terkait rencana pengadaan tiga kapal selam baru.

Sumber: Antara/republika.co.id
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar