Senin, 27 Februari 2012

PKS Dorong Belanja Pertahanan Di Dalam Negeri

Senin. 27/02/2012. 10 :38 wib.


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera tidak akan berhenti untuk mendorong Pemerintah agar membelanjakan uangnya untuk Pertahanan di Dalam Negeri. Langkah ini penting untuk mendorong pengembangan kemampuan Industri Pertahanan di Dalam Negeri dan menghemat Devisa Negara.

"Saat ini paradigma belanja Pertahanan kita harus berubah, tidak lagi melihat dan membeli dari luar negeri, tapi harus mulai melihat dan mengembangkan di Dalam Negeri supaya memberikan banyak manfaat untuk Rakyat Indonesia. Harus ada keyakinan dan tekad yang kuat bahwa Indonesia mampu memproduksi peralatan dan perlengkapan pertahanan, bahkan kita juga harus yakin bahwa suatu saat nanti kita bisa juga menjual produk Pertahanan ke Luar Negeri dan menghasilkan devisa untuk Negara," ujar Anggota Fraksi PKS DPR RI Mahfudz Abdurrahman, di Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Mahfudz Abdurrahman menilai, jika bangsa ini kompak, maka masih ada harapan untuk bertahan serta membangun industri peralatan persenjataan dalam negeri. Pemerintah, DPR RI dan Industri Dalam Negeri harus sinergis dan sejalan.

"Kesepahaman paradigma bahwa kita bisa dan mampu menjadi sebuah keharusan. Apalagi, beberapa hari yang lalu sudah kita saksikan peresmian Kapal Cepat Rudal (KRC) di Batam, buatan Dalam Negeri, itu tentu membuat kita bangga. Kita punya Pindad, PAL, Dirgantara Indonesia, Krakatau Steel, Dahana dan masih banyak Perusahaan Milik Negara dan Swasta yang siap disinergiskan untuk memproduksi Alat Utama Sistem Persenjataan," ujarnya.

Mahfudz Abdurrahman menjelaskan, jika ada Alutsista yang memang belum diproduksi di Dalam Negeri dan terpaksa harus di impor, maka jangan di impor dengan tangan kosong. Maksudnya, harus ada kesepakatan untuk transfer teknologi dan juga dapat menggunakan komponen dari Dalam Negeri.

"Kita yang membeli, tentu berhak untuk meminta itu. Kalau mereka tidak setuju ya kita cari ke negara lain saja tidak usah dipaksakan," ujarnya. (KOMPAS.com)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

1 komentar :

Anonim mengatakan...

PRAJURIT TNI & PEJUANG IKHLAS PKS SAMA-SAMA MENCINTAI NKRI
Keduanya perlu sinergikan kekuatan demi jaga keutuhan NKRI

Sistem ketatanegaraan RI, mengharuskan pelibatan DPR RI dalam mekanisme perencanaan, pengendalian dan budgeting. Termasuk kebijakan pertahanan TNI : Pembelian Tank Leopard Bekas eks. Belanda.

Prajurit TNI pemegang kebijakan pertahanan dan Pejuang Ikhlas PKS di DPR RI, perlu duduk bersama, berbekal hati yang dipenuhi rahmat dan keperkasaan Allah serta bermodal pengetahuan yang cukup. Membahas, perlunya pengadaan Tank Leopard bekas itu.

Mulai dari kejelasan sumber pembiayaan, berupa hutang/kredit luar negeri yang pastinya harus dikendalikan. Jangan sampai seperti yang dikuatirkan prabu Siliwangi (1567 M), kelak tanah-tanah nusantara dikuasai oleh para pemegang gadai dari tanah sebrang (Cerita Pantun, Ngahyangna Pajajaran).

Apakah ada jaminan ketersediaan suku cadang dan alih teknologi. Tanpa embel-embel larangan penggunaan Tank Leopard, sebagaimana larangan Tank Scorpion saat operasi militer aceh ?

Apakah Tank Leopard efektif digunakan dalam strategi perang modern ? Menghadapi ancaman musuh dari luar. Yang lebih mengandalkan penetrasi kekuatan udara, misil jarak jauh berpandu GPS, penginderaan satelit dan pesawat tanpa awak, pengacau gelombang elektronik, sampai mengandalkan pasukan intelejen dan pembinaan pengkianat lokal ? Dalam perang Libya, terbukti Tank-tank mereka dapat dilumpuhkan musuhnya dalam waktu singkat.

Menghadapi ancaman keutuhan NKRI dari dalam negeri, peran Tank besar Leopard masih dipertanyakan keefektifannya. Pengalaman membuktikan, pasukan GAM dulu, memilih medan rawa-rawa guna menghindari serbuan tank TNI. Pengacau OPM, memilih medan hutan yang rapat dan gunung-gunung yang tinggi. Daerah yang berpotensi melakukan gerakan separatisme, medannya perlu dievaluasi terhadap kemampuan mobilisasi dan manuver tank Leopard.

Pada saat musim hujan, dengan medan tanah yang lembek dan banyak sawah, mampukah Tank Leopard yang bobotnya lebih dari 62 ton menjelajahinya ? Sekiranya mengandalkan infrastruktur jalan-jalan perkotaan, tidakkah Tank tersebut rawan terhadap serangan rudal panggul anti tank (yang harganya jauh lebih murah dari sebuah tank leopard)? Atau tak kuatirkah ancaman ranjau anti tank, yang efektif disebarkan melalui pesawat udara ?

Masih banyak lagi pertanyaan yang menyangkut keefektifan pengoperasian Tank Leopard diwilayah NKRI ini.

Semoga saja hiruk-pikuk perdebatan Pengadaan Tank Leopard Bekas, eks. Belanda itu murni demi kepentingan strategi pertahanan NKRI. Tanpa embel-embel bisnis pengadaan dan tawar-menawar komisi didalamnya. Yang dilakukan oleh oknum-oknum, baik dari kalangan Prajurit TNI maupun dari Pejuang Ikhlas PKS di DPR.

Semoga pak Mahfudz Siddiq punya waktu cukup untuk berinstrospeksi diri. Mengapa Allah SWT, menggelincirkan lidahnya, sampai terucap : agar pemerintah lebih mendorong PT. DI mengembangkan tank buatan dalam negeri. (padahal PT.DI adalah perusahaan kedirgantaraan) Sehingga jadi bahan tertawaan kolega dan lawan politiknya.

Posting Komentar