Selasa, 07 Februari 2012

Prihatin Hobi Tawuran Mahasiswa, Mensos Rangkul KAMMI

Selasa, 07 Februari 2012 ,


JAKARTA. Menyikapi maraknya tawuran antar mahasiswa belakangan ini, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufrie berinisiatif merangkul Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) untuk jadi pencegah aksi brutal mahasiswa. Dia berharap KAMMI bisa mendamaikan konflik antarmahasiswa yang bertikai.

"KAMMI diharapkan bisa jadi pendamai dalam setiap konflik yang terjadi dan perekat antar mahasiswa," ujar Mensos usai bersilaturahmi dengan perwakilan KAMMI di Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (6/2).

Menurut Mensos, konflik sosial yang masih tinggi di sejumlah daerah termasuk tawuran antar mahasiswa menjadi perhatian kementeriannya. Dia memberi contoh kota Makassar yang mahasiswanya rutin tawuran.

"Mahasiswa adalah kaum intelektual yang tidak pantas melakukan tawuran. Bagaimana mau membangun negara ini kalau semasa kuliah pekerjaannya hanya tawuran saja," katanya.

Kemensos dalam setiap programnya selalu berupaya, bermitra dan bersinergi dengan pihak-pihak lain sehingga program yang dilaksanakan berjalan optomal. Salah satu program yang dilaksanakan, sebut Mensos, adalah Program Keserasian Sosial untuk menangani konflik sosial yang terjadi seperti konflik massa dan tawuran antar warga dengan melibatkan tokoh masyarakat dan menerjunkan agen perdamaian.

"Dari mahasiswa saya belum melihat ada yang muncul menjadi agen perdamaian. KAMMI sebagai ikatan mahasiswa yang punya basis cukup kuat tentu punya pengaruh dan diharapkan bisa jadi perekat antar mahasiswa," harap Mensos.

Sekjen KAMMI, Andriyana mengatakan mahasiswa bisa berperan aktif untuk menangani masalah sosial seperti yang dilakukan KAMMI dengan terjun langsung membantu korban bencana alam dan bidang sosial lainnya.

"Dengan 500 komisariat di 76 daerah, kita membangun sinergi untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada," kata Andriyana.[ald]
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar