Kamis, 09 Februari 2012

Uang Untuk Beli Leopard Tak Jelas

Kamis, 09 Februari 2012 ,
JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin menegaskan bahwa asal usul pinjaman luar negeri sebesar US$6,5 miliar ke Indonesia tidak jelas dari mana sumbernya.

"US$ 6,5 miliar yang akan dikasi pinjaman ke Indonesia darimana. Kita tanya apakah mengikat? Dari pemerintah bilang tidak. Tapi, uang ini dipakai untuk membeli tank Leopard, membeli pesawat apache, memerbaiki pesawat F-16 dan sebagainya," katanya, Kamis (9/2) di Jakarta.

Mindset saya, kata Hasanudin, pemerintah Indonesia dikasi pinjaman tapi diharuskan untuk membeli barang-barang itu, agar uangnya kembali lagi."Persetujuan DPR belum. Biasakan itu mereka main sendiri, nanti baru minta izin," kata dia.

Nah, kata Hasanudin lagi, pemerintah Rusia juga sempat bertanya. "Mengapa cari pinjaman dari lain, sedangkan pinjaman dari kami (Rusia) yang US$1 miliar itu tidak dipakai," jelas politisi PDI Perjuangan, itu. (boy/jpnn)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

1 komentar :

Anonim mengatakan...

sama2 gilanya... hahahaha ... alutsista kita itu apa dibanding dengan negara2 kawasan... ngak ada artinya pak... tank2 uzur dan altilery aja uzur2 semua.. yang bagus cuma 2 itupun hadiah dari singapore... punya frigat itupun frigat masa perang dingin dimana di berbbagai negara tuh frigat sudah di rumponkan dan dijadikan sasaran latihan tembak torpedo atau rudal anti kapal..

pesawt tempur .. berapa pesawat tempur yang siap terbang dan dan berapa jumplahnya " dalam hal ini yg saya maksud "fighter aircraf" dan apakah itu mampu menopang kemanan udara kita... dengan malaysia aja kita kalah siap pak.. padahal seberapa besar wilayah malaysia seberapa besar wilayah kita...belum lagi dengan RRT ...

SAM "Surface to air missile" apa yang mau dibanggakan kalau masalah ini ... sama sekali tidak ada pak... jika perang libiya/iraq kemarin terjadi di kita dan kita diserang habis2an kayak gitu.. 100% saya bisa menjamin ludes semua kekuatan TNI di darat dan kapal2 kita yang sedang lego jangkar di pelabuan .. saat ini kita masih mengandalkan AA gun pak yaitu S 60... itu barang usianya udah sangat tua... lebih tua dari bapak sendiri ... kalau bapak ngak percaya "silahkan cek" :
http://en.wikipedia.org/wiki/57_mm_AZP_S-60
Rudal sam kita yang aktif sekarang tidak lebih dari rudal panggul yang seperti QW bikinan china yang hanya mampu lawan helicopter, dan rudal panggul yang dimodifikasi "TNI-AD KOBRA SHORAD System" yang dalam latian mandul ngak bisa ngapa2in "http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTi3w-XNSs19_-ynhsK007z6WNswZ9PuYO09XxqiP_qx3ueR0ndyo72F5TuOQ" ...

untuk cobra shorad jangan salahkan AD beli itu dulu.. kenapa??? karena DPR dan pemerintah tidak sediakan dana yang cukup untuk membeli pengganti sam yg lama ..

sampai kapan bapak2 di dpr ini terbuka mata hati untuk melihat kenyataan bahwa pertahanan kita ini terlalu uzur dan terlalu mandul hingga mengakibatkan setiap diplomasi yang kita lakukan terhadap tetangga dalam hal sengketa wilayah sering kali di acuhkan dan dianggap remeh.. jika kita masih seperti ini kita hanya akan jadi bahan pelecehan tetangga2 kita pak.. dan saat itu terjadi jangan salahkan kami rakyat jika kami menganggap bapak2 Di DPR sebagai penghianat bangsa..

terimakasih salam dan hormat kami putra dan putri Indonesia

Posting Komentar