Jumat, 02 Maret 2012

Belasan Tahun Tantang Bahaya

2/03/2012. 11:19 wib.
Ke sekolah Pakai Rakit, Jika Hujan Terpaksa Libur

SUBANG- Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bojong Desa Bangunjaya Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan, harus rela setiap harinya menantang bahaya. Demi mengenyam pendidikan di sekolahnya,  mereka harus menaiki rakit bambu yang tidak dilengkapi pengamanan.

Meskipun merasa takut jika rakit yang ditunggangi mereka sewaktu-waktu terbalik, para siswa tersebut tetap saja menggunakan rakit karena merupakan alat transportasi satu-satunya untuk menuju ke sekolah. Bahkan, mereka terpaksa tidak bersekolah jika sungai yang biasa disebranginya meluap atau pasang.

Dari pantauan Rakyat Cirebon, selain siswa dari Desa Bangunjaya Subang, terdapat pula anak-anak atau siswa MI yang melakukan rutinitas sama dari desa Jangpala Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis.

Setiap hari mereka silih berganti untuk menyebrangi sungai yang merupakan perbatasan Kabupaten Kuningan dengan Ciamis dengan rakit yang terbuat dari bambu.

Ironisnya, rakit bambu tersebut tidak dilengkapi dengan pagar atau sejenisnya untuk pengaman, sehingga akan membahayakan bagi pengguna rakit.

“Meskipun anak-anak harus menantang bahaya, namun terpaksa mereka lakukan karena jalan menuju sekolah dari kampung mereka harus melintasi sungai Cijolang yang memiliki lebar sekitar 50 meter,” kata Ratam (57) warga setempat.

Menurut Ratam, ketika sungai meluap akibat hujan deras, anak-anak terpaksa tidak masuk sekolah  karena rakitnya tidak jalan. Jika menggunakan jalan lain, kata Ratam, maka akan memakan waktu lebih lama dibanding menyebrangi sungai, yaitu tiga jam perjalanan.

Sementara itu, Sumadji (47), pemilik rakit mengatakan, sebenarnya warga sekitar sudah sering meminta bantuan kepada pemerintah untuk dibangunkan jembatan.

Namun, katanya, yang ada hanyalah janji-janji semata yang tidak jelas realisasinya.

“Kami bersama warga disini sudah mengajukan permohonan pembangunan jembatan agar lebih aman untuk beraktivitas, terutama anak-anak yang mau bersekolah. Namun kami hanya diberikan janji-janji saja. Sudah hampir sepuluh tahun permintaan kami belum terwujud,” keluh Sumadji.

Aktivitas warga dan anak-anak yang menyeberangi sungai telah terjadi lebih dari sepuluh tahun. Rakit yang menghubungkan antara Desa Jangpala Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis dengan Desa Bangunjaya Kecamatan Subang Kabupaten kuningan itu, telah berlangsung bertahun-tahun.

Warga pun berharap kepada pemerintah agar segera membangun jembatan sebagai jalan  penghubung antar desa di perbatasan yang menjadi anggota Kuningan Summit tersebut. (Sumber:rakyat Cirebon)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar