Rabu, 14 Maret 2012

Jalan 24 Hari, Indra Azwan Tiba di Pamanukan

14 Maret 2012. Jakarta - Pencari keadilan Indra Azwan sudah sampai Pamanukan, Jawa Barat. Ia berjalan kaki dari Malang pada 18 Februari 2012  hendak ke Jakarta. Kaki lelaki itu sudah lecet-lecet setelah berjalan kaki 24 hari.

Lelaki 53 tahun ini semula berbekal uang Rp 70 ribu. “Karena isteri saya kasihan, dia menambahi Rp 600 ribu,” kata di saat dihubungi Tempo Selasa 13 Maret 2012.  

Ia bertekad menagih janji presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengusut tuntas kasus penabrak putranya, Rifki Andika oleh soerang polisi, Joko Sumantri 19 tahun silam.  "Dia ingin mengembalikan uang Rp 25 juta pemberian Pak Presiden," kata Beti, istri Indra.

Uang tersebut diterima Indra saat bertemu dengan Presiden pada 2010. Indra menerima uang tersebut setelah Presiden saat itu berjanji akan membantu membongkar kembali kasus kecelakaan yang menewaskan anaknya pada 1993. Rifki ditabrak saat akan menyeberang jalan di Malang.

Indra, 53 tahun, menuntut kasus kecelakaan itu kembali diungkap. Sebab, Joko terbebas dari jerat hokum berdasarkan putusan Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya pada 2008. Sebab, kasus dianggap kedaluwarsa, yakni melewati waktu 12 tahun. Kasus itu memang baru disidangkan 15 tahun kemudian.

Ini upaya ketiga Indra melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta. Aksi pertama pada 9 Juli 2010 dan tiba di Istana Negara 22 hari kemudian. Aksi kedua pada 27 September 2011 melalui jalur selatan, tapi tak sampai ke Istana karena ia sakit. Disusul aksi ketiga kalinya pada 18 Februari 2012. "Keadilan itu cuma untuk orang kaya, bukan rakyat miskin," kata Indra saat ke Jakarta pada 2010.

Tempo.co
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar