Kamis, 08 Maret 2012

PKS Tolak Skema BLT sebagai Kompensasi Kenaikan BBM

Kamis, 08 Maret 2012.Jakarta - Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera Andi Rahmat menolak kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi berupa Bantuan Langsung Tunai. »BLT menjadi alat politik,” kata Andi, Rabu, 7 Maret 2012.


Andi menilai meski jauh dari pemilu itikad pemerintah memberikan BLT tidak jauh seperti pemberian BLT pada Maret 2009. »Waktu itu tujuannya untuk pemilu,” ujarnya. Andi menilai BLT tak ubahnya subsidi BBM sehingga tidak mengubah budaya masyarakat terhadap subsidi. »Kenaikan BBM tapi ada kompensasi BLT, ya, ini sama saja dengan subsidi,” katanya.


Andi menilai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi harus dialihkan untuk pembangunan seperti infrastruktur, perumahan dan angkutan umum. »Ini lebih masuk akal,” katanya. Kenaikan harga BBM bersubsidi dan pemberian kompensasi, kata Andi, menunjukan kesalahan kebijakan energi pemerintah.


Selama ini, menurut Andi, pemerintah kerap berdalih subsidi BBM bersubsidi tidak tepat sasaran. Penikmat subsidi justru dari kalangan orang kaya. Namun kenaikan BBM tetap saja berimbas paling besar kepada rakyat miskin. »Buktinya ada BLT,” katanya.


Pemerintah berencana memberikan BLT Rp 25,6 triliun kepada 18,5 juta keluarga miskin selama 9 bulan mulai April mendatang.Bantuan tunai ini diberikan atas kompensasi kenaikan harga solar dan premium menjadi Rp 6.000 per liter mulai 1 April. Usulan ini akan dibahas pemerintah bersama Badan Anggaran DPR malam nanti.

tempo.co
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar