Selasa, 20 Maret 2012

Siapa Didik Rachbini, Wakil Hidayat Nur Wahid

Dia politisi PAN yang lebih dikenal sebagai akademisi. PAN sendiri justru mendukung Foke.
Selasa, 20 Maret 2012, 12:07 WIB.

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera secara mengejutkan memasangkan mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dengan Didik Junaedi Rachbini untuk maju dalam pertarungan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan dihelat 11 Juli 2012.

Nama Hidayat Nur Wahid memang cukup menjamin dari segi popularitas. Mantan Presiden PKS ini bahkan sempat diperhitungkan menjadi calon presiden pada Pemilu 2009 lalu. Namun siapa gerangan Didik Rachbini yang mendampinginya di Pilgub DKI 2012 ini?

Didik adalah politisi Partai Amanat Nasional yang pernah duduk sebagai anggota DPR periode 2004-2009 lalu. Ia lebih dikenal sebagai akademisi, pengajar, sekaligus ekonom yang banyak menghasilkan buku, makalah, dan artikel. Tulisannya kerap ditemui di berbagai media massa.

Seperti dikutip dari situs resmi Universitas Indonesia, ui.ac.id, Prof. Dr. Didik Junaedi Rachbini lahir di Pamekasan, Madura, pada tanggal 2 September 1960. Ia menempuh pendidikan sarjana bidang ekonomi pertanian dan manajemen agribisnis di Institut Pertanian Bogor.

Ia kemudian memperoleh gelar Master of Sience dan Doctor of Philosophy di Institute of Graduate Studies, Central Luzon State University, Filipina, di mana ia menempuh bidang Studi Pembangunan Kawasan dan Pedesaan. Pendididikan non-gelar lainnya adalah kursus Summer di bidang ekonomi pada University of the Philippines di Los Banos, kursus ekonomi budaya di Boston University, dan kursus kepemimpinan di Islamic University, Islamabad.

Kini Didik adalah dosen di Universitas Indonesia. Selain mengajar di UI, ia juga mengajar di program Pasca Sarjana Universitas Mercu Buana dan Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI. Selain punya sepak terjang di dunia akademis, pengalaman kepemimpinan Didik di lembaga pemerintahan maupun non-pemerintahan cukup banyak.

Ia tercatat sebagai Direktur sekaligus pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Sementara karir Didik di kancah politik dimulai sebagai anggota MPR periode 1998-1999. Ia kemudian masuk Tim Ahli MPR untuk Amandemen UUD 1945 bidang ekonomi 1999-2004.

Tahun 2004, Didik terpilih sebagai anggota DPR hingga tahun 2009. Ia menjadi Ketua Komisi VI DPR Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Penanaman Modal, pada tahun 2005-2007. Selanjutnya ia menjadi Wakil Ketua Komisi X DPR Bidang Pendidikan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.

Lepas dari DPR, kesibukan Didik tak juga berkurang. Dia menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mulai tahun 2011 sampai saat ini.

Maju ke Pilgub DKI bersama Hidayat, bukan berarti Didik mendapat dukungan resmi dari Partai Amanat Nasional yang menaunginya. PAN sendiri secara resmi mendukung pasangan calon Partai Demokrat, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Namun mereka tidak akan memberikan sanksi apapun kepada Didik yang digaet PKS sebagai seorang profesional.

“Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menginstruksikan untuk mengusung Foke. Tapi kami tidak akan menghalang-halangi Mas Didik,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Bidang Politik, Bima Arya Sugiarto. (vivanews)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

1 komentar :

Anonim mengatakan...

Ya pasti ga akan kena sanksi, PKS sudah ijin ke ketua umum PAN.

Posting Komentar