Rabu, 07 Maret 2012

tvOne bertanya: Bagaimana cara PKS mendidik kader-kadernya agar tidak korupsi?

Rabu, 07 Maret 2012.
Selasa (6/3) pukul 10.30 WIB TvOne secara live mewancarai Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng. anggota DPR RI dari PKS Komisi VII yang juga jubir (juru bicara DPP PKS) seputar Rakornas PKS. Selain tema Rakornas, host TvOne juga menanyakan seputar komitmen dan sistem PKS dalam mencegah kader-kadernya agar tidak korupsi.

Berikut kami kutip hasil transkrip wawancara Live tersebut:

Host:

Tadi PKS menyatakan korupsi adalah bahaya laten, terus bagaimana cara PKS mendidik kader-kadernya agar tidak korupsi?

Mardani:

Kami bersyukur kader PKS tidak ada yang jadi tersangka kasus Korupsi. Kami syukuri itu tapi kami tdk akan jumawa.

Diantara yg kami lakukan, setiap kita punya kewajiban setiap bulan mendeklarasikan penghasilan kita berapa. Kayak saya, saya sekarang mendapat amanah jadi anggota dewan, itu harus terbuka. Gaji anggota dewan dipotong 20 juta untuk kas partai. Sisanya ada infaq, ada zakat 2,5 %, infaq 1% untuk teman-teman yang sakit, jadi total penghasilan itu dipotong 7 % lagi. Itu harus ketahuan. Karena kata Nabi, dosa itu sesuatu yg kamu tdk ingin orang lain ketahui. Kalau kita mulai menutup-nutupi penghasilan berarti kita mulai ada hal yg tdk ingin diketahui org lain, kalau kita ingin ada hal yg ditutupi berarti kita patut dipertanayakan: darimana?

Karena kata nabi, tdk melangkah kaki kita di hari akhir nanti kecuali ditanya lima hal, dan untuk harta itu spesifik, darimana dan kemana. Jadi kita coba dilembagakan di PKS sendiri untuk transparansi keterbukaan, bab penghasilan ini dibuka.

Host:

Dimulai dari kader atau dari tingkat mana?

Mardani:

Semuanya, semua kader, dan tingkat pimpinan mencontohkan.

Host:

Jadi menurut bapak peran agama adl yg paling kuat? (untuk cegah korupsi)

Mardani:

agama dan prinsip-prinsip transparansi keterbukaan kejujuran.

sumber : http://www.pkspiyungan.org/2012/03/tvone-bertanya-pada-pks-bagaimana-cara.html
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

4 komentar :

Anonim mengatakan...

Sungguh kasihan, orang sebaik Mardani Ali Sera. Sebentar lagi, diwajah putih-tampannya akan berbekas tanda pada kedua ujung bibirnya.

Demi tugasnya sebagai Jubir DPP PKS. Harus mengatakan yang apa yang bukan sebenarnya. Harus menyembunyikan yang buruk dan menutupinya dengan cerita yang baik. Mengatakan apa yang disenangi pemimpin PKS, meski terkadang dibenci Allah SWT.

"fii wujuuhihim min atsarris sujuud..". Allah SWT akan tampakkan di wajah tiap orang, tanda/bekas amal sholeh maupun amal salah.

Pada ujung bibir Madani, akan terdapat bekas...Demi melaksanakan tugas, sebagai Jubir DPP PKS...

jono suroso mengatakan...

sebagai wong ndeso, pinggir hutan wonoasri Madiun, kami lebih percaya ketulusan kader PKS....
insyaalloh...kita2 yg g punya apa2 ini,,,akan selalu mempercayai orang2 seperti mereka,,,dari pada orang yg sembunyi dan berteriak,,,,
Semoga Yang maha Agung melindungi kalian..kader2 PKS..
tetaplah istikomah....seperti wali2 Alloh yg membuka agama di jawa ini...

Umar Fahmi mengatakan...

heran saya, ada ya org ngaku muslim tp menjatuhkan, menghujat dan mencela muslim yg lain.
padahal apa yg mereka lakukan bukan tindakan memerangi agama Allah dan tidak merugikan ummat.
istighfar wahai saudaraku...

Anonim mengatakan...

Saudaraku, peliharalah wajah indahmu,
karena wajahmu, rekaman amalmu,

سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ

"..tanda-tanda mereka tampak,
pada muka mereka dari bekas sujud.."
(QS. 48:29)

ketika ditanya bagaimana pks,
didik kader tak korupsi ?
maka hentikanlah praktek
calo anggaran di banggar DPR,
yang merupakan salah satu
bentuk korupsi APBN

kalau tak mau diwajahmu,
Allah SWT tampakkan bekas
amal dustamu,
dan amalmu mencuri APBN

(kasihanilah Om Mardani...)

Posting Komentar