Rabu, 04 April 2012

KPK Bekuk 7 Anggota DPRD Riau, 1 Dipulangkan

Para politisi DPRD Riau masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau. Rabu, 4 April 2012. JAKARTA - Tujuh anggota DPRD Provinsi Riau ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat suap terkait Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012. Satu dari tujuh orang tersebut, yakni berinisial RS, sudah dipulangkan tim penyidik KPK.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara KPK, Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 4 April 2012. "Anggota DPRD berinisial RS sudah dipulangkan," ujar Johan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dipulangkan, kata Johan, lantaran tim penyidik KPK sudah menyimpulkan, bahwa KPK tidak lagi membutuhkan keterangan RS. "Intinya sampai saat ini yang bersangkutan sudah selesai pemeriksaannya," kata Johan.

Seperti diberitakan, KPK menangkap tangan tujuh Anggota DPRD Provinsi Riau, dua pejabat Dinas Pemuda dan Olah Raga, serta empat orang swasta. Mereka tertangkap tangan melakukan suap menyuap terkait pembahasan Perda penyelenggaraan PON tahun 2012 di Riau.

Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha menuturkan KPK menangkap tujuh orang legislator dengan inisial AA, MFA, MD, TM, TA,II dan RS. staf Dispora RR, ED. Sementara untuk empat orang swasta RS, BT, SW, dan D.

"Saat ini semuanya sedang dalam pemeriksaan di Mapolda Riau," ujar Priharsa di kantor KPK, Jakarta, Selasa malam 3 April 2012.

Menurut Harsa, setelah menerima laporan dari masyarakat, tim KPK yang terdiri dari sepuluh orang terbagi menjadi dua tim berangkat ke Riau sejak beberapa hari lalu. Tepatnya pada Selasa sore KPK bergerak melakukan penangkapan sekitar pukul 17.00 sampai 19.00 WIB ditempat berbeda. Penangkapan pertama di rumah Politisi Golkar MFA. "Dari situ ditangkap MFA dan 3 orang swasta selain RS, dan 2 orang Dispora," kata Harsa.

Selanjutnya, enam Anggota DPRD lainnya ditangkap di kantor DPRD Provinsi Riau. Terakhir RS yang merupakan pihak swasta ditangkap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau. KPK mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 900 juta dari tempat kejadian perkara.

Informasi lain menyebutkan ketujuh Anggota DPRD itu berasal dari Partai PAN dua orang yakni AA alias Adrian Ali, RS alias Ramli Sanur. Golkar MFA alias M Faisal Aswan, PDIP TA alias Turochan Asyary. Demokrat TM alias Tengku Muhazza. PKB MD alias Mohamad Dunir dan II alias Indra Isnaini dari PKS.

"Belum jelas kapan mereka akan dibawa ke Jakarta. Untuk sementara mereka masih menjalani pemeriksaan di sana," tutur Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

VIVAnews


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar