Senin, 23 April 2012

Pengamen Ibu Kota Dukung Hidayat-Didik


Senin, 23 April 2012. 20:34 Wib.
JAKARTA - Seniman pendiri Kelompok Penyanyi Jalanan atau KPJ yang memiliki jaringan pengamen di pelosok Ibu Kota, telah menentukan sikap politiknya, yakni memberikan dukungan kepada pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini pada Pilkada DKI Jakarta 2012.

Koordinator Relawan Hidayat, Dr Zulkieflimansyah di Jakarta, Senin (23/4/2012), menjelaskan pihaknya bersyukur karena pendukung Hidayat tidak hanya dari PKS.

"Tampilnya pasangan Hidayat-Didik jelas meningkatkan kualitas demokrasi di Jakarta karena juga memperluas partisipasi warga pinggiran," katanya.

Menurut Anto Baret, Jakarta butuh pemimpin jujur dan berani, dan tidak tergantung tekanan para pemodal atau preman.

"Sifat itu ada pada Hidayat Nur Wahid, tokoh muda yang telah terbukti mampu memimpin sebagai Ketua MPR. MPR yang melantik Presiden, kan?" kata Anto spontan di tengah kemeriahan acara Tasyakur Relawan Hidayat di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta, Minggu (22/4/2012) malam.

Anto tampil bersama band KPJ senior menyanyikan lagu "Negeri Linglung" dan "Banjir Lumpur", khusus sebagai hadiah ulang tahun Hidayat Nur Wahid 8 April 1960 dan pencalonannya sebagai Gubernur DKI  untuk periode 2012-2017.

"Sebenarnya ada kandidat lain yang pernah datang mau mampir ke sini, tapi saya lebih sreg dengan Hidayat. Sejak dulu dia dukung eksistensi seniman jalanan," kata Anto yang mengubah lokasi pembuangan sampah 30 tahun lalu, jadi pusat kreasi dan wirausaha kaum pinggiran.

Selain Anto KPJ, tampil juga Mang Ane dan grup Mandi Lima Kali yang berbasis di Kalimalang.

Grup pengamen jalanan itu berduet bersama Jhon Dayat, penggubah lagu "Ayo Beresin Jakarta" yang semakin populer di media sosial Youtube.

"Saya gubah lagu khusus untuk Bang Hidayat, karena dia cocok, jujur pantang khianat, susah senang bersama rakyat. Rumah Hidayat kemarin kebanjiran. Coba, mana ada Cagub lain yang pernah merasakan derita rakyat kebanjiran?" kata Jhon, seniman penyanyi penerus gaya Gombloh.

Mang Ane dan kaum pengamen Ibu Kota siap memopulerkan lagu "Ayo Beresin Jakarta" ke gang-gang dan angkutan kota.

"Tapi, kami berusaha santun dan tidak memaksa. Kami berkarya, bukan mengemis atau merampok. Itu yang kami lihat dari sosok Hidayat," kata Mang Ane yang pernah mendapat penghargaan karena sukses membina anak-anak jalanan di sekitar Banjir Kanal Timur, agar beralih profesi menjadi seniman produktif.

Menurut Zulkieflimansyah, pendukung Hidayat datang dari beragam lapisan. Antara lain Jaringan Silaturahim Sahabat Pendekar (Tanah Abang), Himpunan Masyarakat Cakung, Kampung Petugas Pemungut Sampah (Setiabudi), Tokoh Karang Taruna Koja, Korlap FPI Cilincing-Tanjung Priuk, Klub Sepeda Ontel Oranye (Kemayoran), pengurus RT di Jelambar, dan kampung kumuh di Grogol Petampuran. Kemudian, The Jak Mania, Klub Sepakbola Joglo.

"Laskar Orange dari kalangan muda sampai Paguyuban Mantan Bandar Togel yang Tobat di Mampang serta Perhimpunan Mantan Orang Gila yang sudah waras ikut gabung. Mereka komunitas yg berserakan dan terpinggirkan. Sekarang menginginkan perubahan," kata Parasto, koordinator penggalangan komunitas marjinal.

Ia mengatakan, pendukung Hidayat juga dari PAN karena simpati dengan Didik Rachbini, termasuk warga non-partai yang selama ini apolitis atau Golput.

"Di samping itu, PKS juga semakin solid. Tokoh senior semisal Suripto dan Abu Ridha bisa berbaur dengan mantan Ketua BEM dan para aktivis yang kini jadi eksekutif dan profesional muda," demikian Zulkieflimansyah.
Sebenarnya ada kandidat lain yang pernah datang mau mampir ke sini, tapi saya lebih sreg dengan Hidayat. Sejak dulu dia dukung eksistensi seniman jalanan
-- Anto Baret

Sumber :


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar