Selasa, 10 April 2012

PKS Berharap Kompromi Ambang Parlemen 3,5%


Angka 3,5 persen juga, kata Hidayat, memberi ruang bagi semua partai untuk berkompetisi.


Selasa, 10 April 2012. 12:58 Wib. JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera berharap ambang parlemen bisa dikompromikan pada angka 3,5 persen, naik 1 persen dari yang berlaku di Pemilu 2009. Sementara PKS saat ini masih mengusung angka 4 persen.

"Hari ini pasti ada lobi-lobi luar biasa untuk mencari tengah antara ambang parlemennya," kata politikus PKS Hidayat Nur Wahid. "Angka yang disepakati antara 3 sampai 4," ujarnya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 10 April 2012.

PKS sendiri, kata bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS itu, alternatifnya antara 3 sampai 4 persen. "Jadi mungkin ketemunya di 3,5 persen. Mudah-mudahan akan demikian," kata Hidayat.
"Kalau 3,5 persen kan mengakomodasi yang ingin naik, dari dulu yang 2,5 persen, tapi partai besar pun mengapresiasi partai-partai menengah menurunkan jadi 3,5."

Dengan ambang 3,5 persen, Hidayat menganalisis parlemen masih bisa diisi sampai 9 partai seperti 2009-2014. Angka 3,5 persen juga, kata Hidayat, memberi ruang bagi semua partai untuk berkompetisi. "Jadi ini tidak diartikan sebagai membunuh partai kecil atau memanjakan partai besar," kata Hidayat.

Angka 3,5 persen sebenarnya sudah diusung Partai Amanat Nasional dan Partai Gerakan Indonesia Raya, sementara angka 4 persen diusung Demokrat, Golkar dan PKS. Sisanya mendukung 3 persen.


Adapun Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin menyatakan, hasil rapat pimpinan mengenai RUU Pemilu ini sebagai berikut:
Partai
Sistem Pemilu
Jumlah Kursi per Daerah Pemilihan
ModelKonversi suara ke kursi
Ambang Parlemen (%)
Sistem Voting
Demokrat
Terbuka
3-10
Kuota
4
Parsial
Golkar
Terbuka
3-10
Webster
4
Parsial
PDIP
Tertutup
3-10
Webster
3
Paket
PKS
Tertutup
3-10
Webster
4
Paket
PAN
Terbuka
3-10
Kuota
3,5
Paket
PPP
Terbuka
3-10
Kuota
3
Paket
PKB
Tertutup
3-10
Kuota
3
Paket
Gerindra
Terbuka/Tertutup
3-10
-
3,5
Terserah
Hanura
Terbuka
3-10
Kuota
3
Paket


Melihat dari hasil di atas maka kemungkinan akan ada 3 materi yang akan divoting, yaitu sistem Pemilu, ambang parlemen dan model penghitungan konversi suara menjadi kursi. Sementara mengenai mekanisme voting, apakat paket atau parsial akan dirumuskan di Pansus.(vivanews)

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar