Senin, 09 April 2012

PKS berharap RUU Pemilu disepakati tanpa voting

Senin, 9 April 2012. Jakarta  - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berharap pembahasan empat poin krusial pada RUU Pemilu dapat mencapai kesepakatan melalui rapat konsultasi dan tidak dengan voting di rapat paripurna DPR RI.

"PKS hanya memprioritaskan pada sistem pemilu yakni proporsional tertutup. Sedangkan tiga hal krusial lainnya bisa dikompromikan asalkan clear," kata Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Anis Matta, menjelang rapat konsultasi pembahasan empat hal krusial pada RUU Pemilu, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan sistem proporsional tertutup membuat penyelenggaraan pemilu menjadi lebih sederhana serta anggota legislatif yang terpilih lebih berkualitas. Sementara, jika sistem proporsional terbuka diterapkan, maka anggota legislatif yang terpilih adalah calon populer dan memiliki dukungan finansial kuat.

"Calon anggota legislatif yang memiliki kompetensi dan integritas tapi tidak memiliki dukungan finansial kuat, sulit untuk terpilih," katanya.

Anis menegaskan untuk tiga poin krusial lain dalam RUU Pemilu, PKS bisa melakukan kompromi asalkan kesepakatan yang dibuat clear. Tiga poin tersebut yakni soal besaran parliamentary threshold, alokasi kursi di setiap daerah pemilihan, dan cara penghitungan suara.

Sementara, RUU Pemilu dijadwalkan akan disahkan pada Rapat Paripurna penutupan masa persidangan DPR RI, pada Kamis (12/4).
(ANTARA News)

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar