Kamis, 05 April 2012

SBY Sebaiknya Utamakan Reshuffle Menteri dari Demokrat

Kamis, 5 April 2012. 11:42 wib. JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta agar mengutamakan penggantian menteri dari Partai Demokrat terlebih dahulu ketimbang menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hal tersebut lantaran Menteri yang berasal dari Partai Demokrat dianggap gagal dalam meredam gejolak jelang rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kegagalan pemerintah mengantisipasi gejolak menjelang rencana kenaikan BBM kemarin merupakan kesalahan fatal dari menteri ESDM yang notabene berasal dari kader Demokrat," kata pengamat sosial politik Syahganda Nainggolan dalam pesan elektroniknya kepada okezone, Rabu (4/4/2012).

Menurut Syahganda, apa yang terjadi dengan PKS hanyalah akibat dari kegagalan mengantisipasi gejolak masyarakat bukan merupakan penyebab persoalan yang muncul. Penyebab persoalan itu sebenarnya adalah kegagalan dari Menteri ESDM dalam mengantisipasi dengan program-program untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dengan konversi ke gas dan lain lain.

"Jauh sekali antisipasi yang dilakukan menteri sebelumnya dengan menteri yang sekarang. Malah Jero Wacik kerjanya malah main golf serta foto-foto dengan caddy," imbuhnya.

Dewan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle (SMC) ini juga menyarankan agar SBY melihat hiruk pikuk politik yang muncul paska sidang paripurna DPR tanggal 30 Maret lalu sebagai arena instrospeksi terhadap kinerja menteri menteri Partai Demokrat yang gagal melakukan program, bukannya mengkambinghitamkan partai lain dalam Setgab.

"Ini lebih karena kegagalan Menteri Darwin Z Shaleh dan Jero Wacik dalam mengantisipasi kenaikan harga minyak. Jadi tidak boleh menyalahkan PKS tapi harus melakukan introspeksi terhadap kinerja menteri menteri dari Demokrat," terangnya.

Antisipasi yang dilakukan oleh Purnomo Yusgiantoro ketika menjabat sebagai Menteri ESDM, sambung Syahganda, jelas lebih kongkret. "Kebijakan kenaikan harga BBM berjalan lancar karena berhasil melakukan antisipasi melalui konversi ke gas alam dan program program lainnya," tukasnya.

(ful)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar