Selasa, 10 April 2012

Sebelum SBY Bicara, PKS Tak Akan Keluar


Selasa, 10 April 2012. JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera tidak akan keluar dari koalisi sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku ketua koalisi mengumumkan langsung bahwa PKS dikeluarkan dari koalisi. PKS tidak menganggap pernyataan para politikus yang tergabung dalam sekretariat gabungan selama ini.
"Kami tidak konsen dengan sikap perorangan di kalangan koalisi yang lain. Kami konsennya pada sikap SBY secara resmi. PKS tidak akan mengundurkan diri sebelum ada penetapan resmi dari Pak SBY," kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta di kompleks Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/4/2012).
Anis mengatakan, PKS siap dengan apa pun keputusan Presiden. Sampai saat ini, kata dia, belum ada pernyataan resmi dari Presiden, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Wakil Ketua DPR itu menolak jika PKS dinilai melanggar kontrak koalisi terkait penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Menurut Anis, rencana itu dibicarakan dalam waktu yang singkat. "Masalah ini tidak pernah dibahas dalam waktu yang lama," kata dia.
Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengatakan,  PKS seharusnya sadar telah melanggar kontrak sehingga memilih keluar sendiri dari koalisi. Selain itu, tambah dia, Presiden tak perlu mengumumkan keputusan soal PKS. "Itu ngeles-nya PKS saja (menunggu pernyataan SBY). Kalau baca dari MOU sudah jelas, harusnya (PKS) tahu diri (keluar)," kata Pasek. (KOMPAS.com)


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar