Rabu, 04 April 2012

Wasekjen PKS: Jika Ditendang, Kami Tak Kaget

Rabu, 4 April 2012. 15:40 wib.JAKARTA – Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq mengaku tidak terkejut dengan maraknya wacana pengganti menteri-menteri PKS. Namun ia heran karena wacana itu terus ramai padahal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri belum menyampaikan keputusan resmi.

“PKS tidak kaget, tapi pasti ada udang di balik batu. Mulai kelihatan ada hasrat agar PKS keluar dari koalisi. Ada kepentingan tertentu,” kata Mahfudz di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 4 April 2012.

Mahfudz menegaskan bahwa PKS sama sekali tidak melanggar kontrak politik seperti yang disimpulkan dalam rapat Sekretariat Gabungan Partai Koalisi di Cikeas semalam. PKS dianggap melanggar kode etik karena menolak kenaikkan harga BBM, padahal lanjutnya, "Partai koalisi lain sebenarnya juga punya pandangan sendiri."

Golkar kemudian, kata Mahfudz, melobi sejumlah partai koalisi lain dalam rapat paripurna DPR. Dan mereka sukses. Pemerintah bahkan ikut pilihan Golkar itu, tapi PKS tidak mau. "Dan ini yang membuat PKS dinilai melanggar kontrak politik,” jelas Mahfudz.

Mahfudz mempertanyakan apakah hasil lobi pimpinan fraksi itu bisa disamakan atau disebut sebagai lobi Setgab. “Apakah itu keputusan Setgab? Kan bukan. Itu keputusan lobi fraksi,” ujarnya.


VIVAnews
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar