Senin, 21 Mei 2012

Diberitakan Menyebut Ormas Islam Munafik, Hidayat Korban Fitnah

Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid (HNW) menjadi korban kesalahan penulisan berita. Hidayat sendiri, menyebut itu sebagai fitnah terhadap dirinya dan upaya adu domba.

Sebagaimana diberitakan oleh arrahmah.com(Ahad, 20/05/2012 08:04:29), calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membantah telah menuding ormas yang menolak Lady Gaga sebagai munafik, seperti dilansir oleh media online itoday.co.id. Dia balik menilai media tersebutlah yang hipokrit dan memelintir pernyataaannya.

“Wah, itu pengulangan prilaku munafiknya media, yang katanya menjunjung tinggi HAM. Tapi, malah pelintir omongan orang, bahkan putar balikkan omongan orang,” kata Hidayat Nur Wahid kepada arrahmah.com setelah dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jakarta, Minggu (20/5).

HNW pun menegaskan tidak mungkin dia berbicara seperti itu “Mustahil saya ngomong begitu. Media mana yang fitnah itu?” ujarnya heran.

Tambahnya, untuk memberikan bukti bahwa hal tersebut tidak pernah ia katakan, dapat dilihat dari media-media lain yang tidak memuat hal tersebut.

“Dan sebagai bukti bahwa itu pemelintiran, berita bohong itu hanya dimuat media online pinggiran. Seandainya itu benar omongan saya, kemaren itu saya banyak diwawancarai oleh banyak wartawan, pasti mereka akan muat, bahkan bisa jadi berita besar, nyatanya kan tidak karena saya memang tidak menyatakan begitu,” ungkap mantan ketua MPR ini.

Ia mengakui berbicara tentang pentingnya nilai tidak berbohong dan tidak munafik tetapi dalam persoalan lain, bukan persoalan konser Lady Gaga.

“Saya memang bicara tentang pentingnya jujur dan tidak munafik, tapi tidak dalam konteks Lady Gaga itu,” tandasnya.

Sebelumnya, itoday.co.id menurunkan berita dengan judul “Hidayat Nur Wahid tuding Ormas penolak Konser Lady Gaga munafik”.


Benar, kali ini Hidayat Nur Wahid jadi korban fitnah

Dalam berita yang dilansir Senin (21 Mei 2012 09:40:30), arrahmah.com menegaskan bahwa benar HNW menjadi korban fitnah. Disebutkan bahwa calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid menjadi korban kesalahan penulisan berita. Hidayat sendiri, menyebut itu sebagai fitnah terhadap dirinya dan upaya adu domba.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kasus penyebutan ormas yang menolak Lady Gaga sebagai munafik, Hidayat menjelaskan bukan dirinya yang mengatakan hal itu. Hidayat mengaku mendengarkan ucapan itu dari mulut Basuki T Purnama alias A Hok, cawagub pasangan Jokowi dari PDIP-Gerindra dalam sebuah acara kaum Katolik di Jakarta Pusat.

"Saya memang pernah mendengar pernyataan itu, tapi bukan dari saya. Dari pak A Hok, cawagubnya Jokowi, dalam forum dialog publik yang diselenggarakan oleh umat Katolik, Sabtu kemarin di Jakarta," jelas Hidayat seperti dilansir Suara Islam Online, Ahad (20/5/2012).

Setelah melakukan penelusuran, SI Online mendapatkan kebenaran seperti yang telah disampaikan Hidayat. Ternyata yang menulis berita fitnah itu, selain Indonesia Today juga Vivanews. (lihat: http://www.itoday.co.id/politik/7911-hidayat-nurwahid-tuding-ormas-penolak-konser-lady-gaga-munafik dan http://showbiz.vivanews.com/news/read/315003-kata-ahok-dan-hidayat-soal-konser-lady-gaga)

Berbeda dengan dua media online itu, sejumlah media lain seperti Tribunnews, Sindonews dan Inilah.com, menuliskan bahwa perkataan ormas munafik itu adalah ucapan A Hok.

Tribunnews dalam berita berjudul "Ahok: Pemerintah Berikan Contoh Salah" menulis:

Ahok pun mempertanyakan mengapa ormas-ormas yang sering bertindak kekerasan mengapa tidak mau memeriksa pejabat yang korup.

Makanya saya pertanyakan kepada ormas-ormas itu kenapa tidak mau periksa pjabat yang korup?

"Kenapa tidak potong kepala sekalian saja yang enggak bisa buktikan hartanya darimana? Kan munafik," tegas calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Joko Widodo dalam Pemilukada DKI Jakarta Juli mendatang.

(lihat: http://jakarta.tribunnews.com/2012/05/19/ahok-pemerintah-berikan-contoh-yang-salah)

Inilah.com juga menulis senada dengan berita berjudul "Ahok Tak Setuju Konser Lady Gaga Dilarang":

Mantan politikus Golkar ini menjelaskan, jika memang konser Lady Gaga bertentangan dengan agama masyarakat tidak akan menonton. Tetapi, pemerintah tidak harus berpegang kepada konstitusi bukan ayat suci.

"Kita tidak boleh taat pada ayat suci di hadapan pemerintah, kita taat pada ayat-ayat konstitusi, ayat suci itu untuk saya pribadi. Makanya saya pertanyakan pada ormas-ormas itu, kenapa tidak mau periksa pejabat yang korup, kenapa enggak berlakukan potong kepala saja sekalian kalau enggak bisa membuktikan harta kekayaannya dari mana. Itu munafik," tegasnya.


(lihat: http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1862729/ahok-tak-setuju-konser-lady-gaga-dilarang)

Sementara Sindonews menuliskan dalam berita berjudul "Metropolitan Ahok menantang Ormas penentang Lady Gaga" dengan kalimat:

Dirinya pun menantang sebuah ormas yang selalu menggembar gemborkan asas agama untuk mengurusi koruptor, bukan hanya mengurusi aurat dan sebagainya.

"Ayat suci untuk saya pribadi. Makanya saya pertanyakan pada ormas-ormas itu, kenapa tidak mau periksa pejabat yang korup? Kenapa tak berlakukan potong kepala aja sekalian kalau koruptor gak bisa membuktikan harta kekayaannya dari mana. Itu munafik," tegasnya.


(lihat: http://www.sindonews.com/read/2012/05/19/437/632037/ahok-menantang-ormas-penentang-lady-gaga)

Apakah Hidayat Nurwahid telah menggunakan hak jawabnya untuk membantah berita fitnah diatas dan bahkan melayangkan somasi?. Media Islam sudah menanyakannya kepada Hidayat, tetapi hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban darinya. (SI-online/arrahmah.com)


Inilah kutipan lengkap dua berita yang menyebutkan Hidayat Nur Wahid menuding ormas-ormas Islam penentang konser Lady Gaga sebagai munafik:

Berita 1: (http://www.itoday.co.id/politik/7911-hidayat-nurwahid-tuding-ormas-penolak-konser-lady-gaga-munafik)

Hidayat Nurwahid Tuding Ormas Penolak Konser Lady Gaga Munafik

itoday – Calon Gubernur DKI dari Partai Keadilan Sejahtera mempertanyakan sikap sekelompok ormas yang menolak konser Lady Gaga. Pasalnya, kata HNW, mengapa mereka tidak menuntut supaya para koruptor dihukum, misalnya, potong kepala saja.

Mengenai klaim sejumlah ormas bahwa gerakan menentang konser Lady Gaga merupakan kewajiban menegakkan ayat suci, politisi PKS ini menandaskan hal itu tak bisa asal ditafsirkan. "Saya pertanyakan pada ormas-ormas itu, kenapa tidak mau memeriksa pejabat yang korup. Kenapa tak berlakukan potong kepala saja, kalau koruptor tak bisa membuktikan harta kekayaannya. Itu munafik," tegasnya.

HNW meminta sebaiknya keptusan akhir soal konser penyanyi controversial itu diserahkan kepada polisi.

"Lady Gaga itu domain polisi, biarkan kepolisian bekerja maksimal. Tak perlu menambah polemik, supaya Jakarta aman dan tidak menimbulkan kekisruhan," katanya.

Soal tafsir hukum yang beragam terkait pelarangan konser tersebut, Hidayat kembali menyatakan menyerahkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Ia sendiri menyinggung penyelenggara konser yang telah menjual 55 ribu tiket sementara izin belum keluar, sehingga dapat mengorbankan pembeli. "Jika seandainya sejak awal proses izin berlaku sesuai ketentuan hukum, mungkin polemik ini dapat disisir dengan efektif," katanya.*


Berita 2: (http://showbiz.vivanews.com/news/read/315003-kata-ahok-dan-hidayat-soal-konser-lady-gaga)

Sikap Ahok dan Hidayat Soal Konser Lady Gaga
"Pemerintah harusnya taat pada konstitusi, bukan patuh pada konstituen."


VIVAnews - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok menyatakan sikapnya soal ketidakjelasan konser Lady Gaga. Menurutnya, pemerintah memberi contoh yang salah dengan tidak menetbitkan izin konser penyanyi ternama asal Amerika Serikat itu.

"Harusnya, pemerintah itu taat konstitusi, bukan taat konstituen," kata Ahok saat ditemui di Aula Gereja Katedral, Sabtu 18 Mei 2012. Pernyataan itu menanggapi berkembangnya anggapan bahwa kepolisian seperti tunduk begitu saja pada desakan sejumlah ormas keagamaan untuk membatalkan konser itu.

Terkait dengan penampilan Lady Gaga yang kerap dipersoalkan, Ahok tidak berkomentar banyak. "Saya tak mungkin nonton, kok. Kalau bertentangan dengan agama saya, ya saya tidak nonton," ujar pria berkacamata ini.

Meski demilian, Ahok mengaku bukan berarti dia melarang orang menegakkan ayat-ayat agama yang diyakininya.

Calon Gubernur Hidayat Nur Wahid juga angkat bicara soal pagelaran musik kontroversial ini. Ia meminta agar keputusan akhir diserahkan kepada kepolisian.

"Lady Gaga itu domain polisi, biarkan kepolisian bekerja maksimal. Tak perlu menambah polemik, supaya Jakarta aman dan tidak menimbulkan kekisruhan," katanya.

Soal tafsir hukum yang beragam terkait pelarangan konser tersebut, Hidayat kembali menyatakan menyerahkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Ia sendiri menyinggung penyelenggara konser yang telah menjual 55 ribu tiket sementara izin belum keluar, sehingga dapat mengorbankan pembeli. "Jika seandainya sejak awal proses izin berlaku sesuai ketentuan hukum, mungkin polemik ini dapat disisir dengan efektif," katanya.

Mengenai klaim sejumlah ormas bahwa gerakan menentang konser Lady Gaga merupakan kewajiban menegakkan ayat suci, politisi PKS ini menandaskan hal itu tak bisa asal ditafsirkan. "Saya pertanyakan pada ormas-ormas itu, kenapa tidak mau memeriksa pejabat yang korup. Kenapa tak berlakukan potong kepala saja, kalau koruptor tak bisa membuktikan harta kekayaannya. Itu munafik," katanya, tegas.***




Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar