Selasa, 01 Mei 2012

DPR Desak Pemerintah Gugat Malaysia



JAKARTA, (PRLM).- Jika terbukti dalam autopsi tiga jenazah TKI yang ditembak oleh polisi Malaysia itu adalah akibat perdagangan manusia, maka pemerintah harus menggugat dan meminta pertanggungjawaban pemeirntah Malaysia. Karena itu, pemerintah tidak boleh menganggap enteng permasalahan ini, sebab ini berkaitan dengan insiden kemanusiaan terhadap warga negara Indonesia. Bahkan jika terbukti nantinya ada kesengajaan dalam insiden penembakan, maka pemerintah diimbau untuk tidak segan-segan mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional PBB.
“Kalau terbukti organ tubuhnya dijual, maka DPR mendesak pemerintah untuk bersikap tegas untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah Malaysia. Jika hasil autopsi ulang menunjukkan bahwa sejumlah organ tubuh hilang, maka pihak pemerintah RI harus secara resmi pertanyakan itu kepada pemerintah Malaysia dan sekali lagi saya desak untuk sampaikan nota protes resmi. Bahkan menggugat ke Mahkamah Internasional PBB," tandas Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq pada wartawan di Jakarta, Jumat (27/4/12).
Yang pasti, lanjut Mahfudz, pemerintah tidak boleh menganggap enteng permasalahan ini, sebab ini berkaitan dengan insiden kemanusiaan terhadap warga negara Indonesia. Bahkan jika terbukti nantinya ada kesengajaan dalam insiden penembakan, maka pemerintah diimbau untuk tak segan-segan mengajukan gugatan ke pengadilan kriminal Mahkamah Internasional.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Nasir Jamil mendesak pemerintah untuk membekukan sementara hubungan diplomatik dengan Malaysia. "Sebelum ada kejelasan terkait organ tubuh TKI itu, putuskan untuk sementara hubungan diplomatik RI dan Malaysia," ujar Nasir.
Menurutnya, negara harus menuntut balik kepada pemerintah Malaysia atas kejadian yang menewaskan tiga warga negara Indonesia. "Saya mengusulkan agar pemerintah membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus ini. Tim ini nantinya, bisa melibatkan beberapa institusi," katanya.
Apalagi, kata Nasir, kasus tewasnya tiga TKI yang tertembak di Malayasia dan dugaan organ tubuhnya diambil untuk diperdagangkan secara ilegal merupakan bentuk pelecehan terhadap Indonesia. "SBY harus malu karena ada warganya yang dicuri organ tubuhnya di negeri orang. Apalagi profesi korban adalah TKI," katanya.
Sebelumnya Deputi Bidang Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Ade Adam Noch dalam diskusi di DPD RI mengungkapkan, kasus itu sudah ditindaklanjuti oleh Pemerintah. “Bahkan pemerintah siap mengajukan persoalan ini ke pengadilan HAM internasional. "Kalau cukup kuat bukti otopsinya, maka terbuka untuk melangkah sampai lapor ke perwakilan HAM internasional," kata Ade.
Dikatakan, pihak Kementerian Luar Negeri sudah memberi sinyal untuk melapor ke PBB. Hanya saja masih menunggu bukti-bukti hasil autopsi yang masih berlangsung. "Saya kira sekarang dalam proses. Sebagaimana diungkapkan oleh jubir Kemenlu bahwa kita masih menunggu hasil autopsi di NTB," tambah Ade.
Tiga orang TKI yang tewas tertembak di Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia. Mereka adalah Herman (34) dan Abdul Kadir (25) asal Dusun Pancor Kopong, Desa Pringgasela Selatan, Pringgasela, Lombok Timur, serta Mad Noor (28) yang beralamat di Dusun Gubuk Timur, Desa Pengadangan, Pringgasela, Lombok Timur. (A-109/A-108)***

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar