Selasa, 08 Mei 2012

Hidayat Datang, Takmir Masjid Babussalam Jakarta Utara Tidak Bekerja Lagi

Jakarta – Hidayat Nurwahid sempat tidak boleh menjadi khotib salat jumat di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Namun atas izin imam masjid, akhirnya Hidayat bisa menyampaikan khotbahnya. Rupanya penolakan atas kegiatan sosial Hidayat bukan kali ini saja terjadi.

“Ya, ini sudah beberapa kali. Kami pernah ditolak mengadakan bakti sosial oleh lurah, RT, RW,” ujar Ketua Komisi B DPRD DKI dan Ketua DPW PKS, Selamat Nurdin, seperti dilansir Detik.com, Jumat (4/5/2012).

Menurut dia, penolakan dilakukan karena banyak kalangan terlalu tegang menjelang pemilukada DKI. Dia berharap ke depannya pengelola fasilitas sosial dan fasilitas umum seperti RT, RW, lurah dan camat lebih netral. “Ini kan belum masuk masa kampanye. Belum ada pengumuman siapa calon yang akan maju. Pengenalan kandidat secara fair boleh saja dong. Kasih kami kesempatan yang sama, jangan disikat,” imbuh Selamat.

Selain kejadian di Pulau Panggang, kejadian yang hampir serupa juga terjadi di Aula Masjid Babussalam, Kompleks Kantor Walikota Jakarta Utara Sabtu (28/04/12). Acara yang dihadiri oleh Hidayat Nur Wahid dan Adang Daradjatun dalam rangka konsolidasi kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyisakan kepedihan bagi Pak Sukron, Penanggung Jawab Masjid sekaligus Takmir Masjid Baabussalam, Jakarta Utara.

Adalah Muhammad Yamin, Panitia Pelaksana (Panpel) yang menyampaikan kejadian janggal tersebut pada media. Sebagai panpel acara tersebut, Yamin sempat dipanggil mendadak oleh Pak Sukron, inti dari pembicaraan Yamin dan Pak Sukron adalah agar acara harus segera diakhiri saat itu juga.

Pak Sukron berujar “…saya serba salah mas, barusan saya ditelepon sama Ka. Bintal Kesos Walikota untuk segera menyetop acara mas…” ujarnya.

Saat itu waktu menunjukkan Pkl. 20.47, sedangkan menurut kesepakatan antara Panpel dengan Pak Sukron, sewa tempat untuk kegiatan akan berakhir Pkl. 22.00. Muhammad Yamin bersikeras untuk melanjutkan acara meski beberapa kali harus mondar-mandir keruangan Pak Sukron. Maka acara dilanjutkan hingga selesai sesuai kesepakatan.

Namun, Senin pagi (30/04/12), Muhammad Yamin mendapatkan sms dari nomor Pak Sukron, beliau menyampaikan bahwa pagi itu sedang menghadap Ka. Bintal Kesos diruangannya, karena pengelolaan Masjid Baabussalam berada dibawah naungan struktur Bintal Kesos Walikota Jakarta Utara.

Beberapa selang kemudian, sms berikutnya diterima Muhammad Yamin, berisi informasi yang mengejutkan bahwa hari Senin itu adalah hari terakhir beliau bekerja sebagai PJ dan Takmir di Masjid Baabussalam, dan sampai sekarang, Pak Sukron belum mendapatkan pekerjaan lagi.

Saat ditanya media ini tentang dugaan Pak Sukron diberhentikan karena kehadiran Pak Hidayat, Muhammad Yamin berujar “Semoga saja bukan karena hal tersebut. Tapi, kalau benar karena hal itu, sangat disayangkan sekali, diera terbuka seperti sekarang, cara-cara seperti ini masih terjadi” sesalnya [http://suarajakarta.com]

Berita terkait: (Sempat) Dilarang Khutbah, Ini Jawaban Nur Wahid
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

2 komentar :

Eko Saputra mengatakan...

Astaghfirullah... kan khotbah bukan kampanye... lagian Pak Hidayat kan memang dari sononya ustad, bukan ustad jadi=jadian yang ada mau pemilu aja. PKS jangan sampai terjebak dalam politik yang tidak baik. tetaplah bersikap baik,dan berbuat yg terbaik.. semangat terus

Otobell mengatakan...

Mohon maaf ikut comment, mudah2an bermanfaat..
Bagi takmir masjid yang membutuhkan jadwal sholat digital/jam sholat,, timer iqomah/counter iqomah, bisa langsung order ke saya, produsen jadwal shalat digital di Solo

Zaky Digital Media
Call/SMS/WA/ : 0857 246 246 66, PIN BB ; 30ed0c47
Atau kunjungi kami di www.timersholat.com

Posting Komentar