Jumat, 18 Mei 2012

PKS Kesulitan Rekrut Artis

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai kesulitan merekrut artis untuk menjadi kader partai. Artis lebih memilih masuk ke dalam parpol-parpol selain PKS.

Sebab, PKS mengutamakan mekanisme jalur pengkaderan dalam mengusung seorang calon. PKS memiliki dua langkah untuk merekrut kader.

"Pertama, konsisten dengan jalur pengkaderan," kata Sekretaris Jenderal PKS, Anis Matta, Kamis (17/5). Pihaknya tidak mau mengubah partai politik menjadi event organizer.

Anis melanjutkan, PKS menempuh jalur merekrut tokoh-tokoh potensial di berbagai daerah. "Orang-orang seperti ini akan direkrut. Dia harus punya integritas, kapasitas dan basis konstituen," kata Anis.

Pihaknya mengaku tidak bisa melihat artis bagus atau tidak untuk berpolitik. PKS cenderung lebih melihat kapasitas, kemampuan, dan ketokohan seseorang untuk diusung sebagai caleg.

PKS, tegas Anis, belum punya niatan menggaet artis demi mendongkrak perolehan suara masyarakat di pemilu. "Sejauh ini kita belum punya rencana itu. Apalagi dengan pemilu terbuka, ketokohan lokal penting. Kami akan memberikan ruang bagi orang yang punya kapasitas," jelasnya.

Politikus Artis; PKS No, Golkar Yes

Beda dengan PKS yang terkesan "anti" artis. Partai Golkar justru memerlukan artis demi meraup suara rakyat.

Wasekjen Partai Golkar, Nurul Arifin, mengatakan artis diperlukan partai politik untuk mendulang suara di pemilu, karena mereka memiliki popularitas tinggi.

Ketika para artis turun ke daerah pemilihan, masyarakat langsung tertarik karena mereka sering tampil di media massa.

"Masyarakat kerap meminta foto bersama. Ada juga yang meminta tanda tangan. Ketika artis tampil mengusung partai, masyarakat akan antusias," jelas Nurul, Kamis (17/5).

Namun demikian, tegas Nurul, partai tidak asal merekrut artis. Tetap harus ada syarat yang dipenuhi seorang artis. "Standarnya mereka dikenal. Mereka punya latar belakang yang bagus, wawasan yang luas, komunikasi juga bagus," paparnya.

Nurul menolak anggapan bahwa partai yang merekrut artis karena kurang percaya diri menghadapi pemilu. Menurutnya, saat jadi anggota DPR, artis yang ada di parlemen saat ini cukup berkontribusi. "Kami (Golkar) juga merekrut cuma dua, tidak banyak. Cuma saya dan Tantowi (Yahya)," ujarnya.

REPUBLIKA.CO.ID
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar