Selasa, 08 Mei 2012

PKS minta ada solusi bagi PSK bila Dolly ditutup

Selasa, 8 Mei 2012. Penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya dan menjadikan sebagai pusat perdagangan 2014 didukung banyak kalangan termasuk PKS. Namun PKS meminta ada solusi juga untuk para pekerja seks komersil (PSK) yang selama ini menggantungkan hidup dari bisnis penuh keringat itu.

"Prinsipnya, Dolly ditutup sebagai pusat perdagangan dan digunakan sebagai perkembangan ekonomi Surabaya, oke. Tetapi harus dipikirkan solusinya untuk PSK di sana," ujar Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/5).

Menurut Mahfudz, hingga kini belum dipikirkan solusi yang ditawarkan untuk para pekerjaan PSK tersebut. Maka pengalaman penutupan lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta akan menjadi contohnya, di mana para PSK tersebut malah menyebar luas di seluruh Jabodetabek dan membuka praktik-praktik prostitusi.

"Jika tak ada solusi maka akan terjadi pengalaman yang sama ketika lokalisasi Kramat Tunggak Jakarta, di mana para PSK malah menyebar ke Jabodetabek dan membuka praktik-praktik prostitusi," paparnya.

Adapun solusi yang ditawarkan PKS bagi pemerintah daerah Surabaya adalah dengan memfasilitasi PSK tersebut untuk melakukan usaha-usaha mandiri. Seperti membuka warung-warung kelontong.

"Harus ada upaya-upaya sistemik, yaitu mengembangkan usaha-usaha mandiri bagi PSK yang difasilitasi Pemda setempat," tandasnya.

Apabila Pemda tidak memiliki solusi bagi para PSK. Lebih baik jangan mengambil resiko, agar tidak terjadi kejadian seperti lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta.

"Kalau nggak ada solusi ya jangan ambil resiko seperti penutupan Kramat Tunggak di Jakarta," tutupnya.[hhw]


http://www.merdeka.com/peristiwa/pks-minta-ada-solusi-bagi-psk-bila-dolly-ditutup.html
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar