Kamis, 03 Mei 2012

Unas: Popularitas HNW, Kalahkan Foke dan Jokowi


Kamis, 3 mei 2012. 13:24 Wib. Jakarta - Tim Peneliti Laboratorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional, melihat popularitas pasangan bakal calon Gubernur Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini, terus meningkat dalam beberapa bulan sebelum Pemilukada Jakarta.
Ketua Tim Peneliti Laboratorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional Firdaus Syam mengatakan ada pergeseran dalam melakukan penilaian terhadap beberapa pasangan calon gubernur DKI Jakarta.
Sebelumnya, calon incumbent yakni Fauzi Bowo di beberapa survei memuncaki klasemen dalam penelitian. Tetapi, kali ini pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini melonjak ke peringkat pertama.
"Kita juga tidak tahu ini di luar prediksi juga hasilnya. Secara umum, pasangan Hidayat-Didik yang paling populer mencapai 32,6%, disusul oleh pasangan Foke-Nara mendapat persentase 30,9%, kemudian pasangan Jokowi - Ahok sebesar 28,20%," ujar Firdaus di Lab. FISIP Unas, Jakarta, Rabu, (2/5/2012).
Dia menjelaskan, angka tersebut didapat berdasarkan kajian yang dilakukan oleh tim Laboratorium FISIP Universitas Nasional bekerjasama dengan Madani Institute pada tanggal 21 sampai dengan 28 April 2012 lalu. Sample populasi penelitian dilakukan oleh warga Jakarta yang sudah memiliki hak pilih sebagai tanda bukti identitas Kartu Tanda Penduduk.
"Survei ini dilakukan di enam wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Selatan, Timur, Barat, Utara dan Kepulauan Seribu. Dengan suvei ini kita ingin melihat bagaimana sebenarnya persepsi masyarakat terhadap para pasangan Cagub yang akan maju pada tahun ini," jelasnya.
Menurutnya, instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket tertutup sekitar 21 pertanyaan terdiri dari kinerja gubernur DKI Jakarta di mana opini masyarakat mengenai penanganan kemacetan, banjir, kebersihan hingga penanganan anak jalanan dan orang tua jompo.
"Selain itu, dalam pengambilan angket tersebut juga dimintai opini seputar kepemimpinan, popularitas pada para calon, akseptabilitas dan elektabilitas," tandasnya. [ INILAH.COM,  ]

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar