Selasa, 05 Februari 2013

Pesawat Tempur Prancis Hujani Milisi Mali dengan Rudal

Senin, 4 Februari 2013. PARIS - Pesawat-pesawat tempur Prancis mengempur benteng pertahanan milisi pemberontak Mali di wilayah utara negara itu dengan maksud untuk memotong rute pasokan mereka.
Menurut Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, apabila rute pasokan mereka telah terpotong maka mereka tidak dapat melanjutkan pertempuran.
Dilaporkan, sedikitnya 30 jet tempur dikerahkan oleh Prancis untuk membombardir benteng milisi di sekitar wilayah Tessalit, Minggu (3/2/2013), waktu setempat, di tengah kekhawatiran para pemberontak melarikan diri ke wilayah pegunungan.
Para pekerja kemanusiaan yang berada di Mali mengatakan, konflik yang terjadi mendongkrak harga bahan bakar dan makanan, karena beberapa pedagang melarikan diri keluar dari Mali.
Dalam serangan di hari Minggu, Laurent mengatakan, pesawat tempur Prancis menargetkan benteng pertahanan dan tempat pengisian bahan bakar para pemberontak.
"Mereka melarikan diri ke utara, dan mereka bisa tinggal di sana dalam waktu yang cukup lama, untuk menunggu datangnya pasokan jadi, kami kerahkan tentara di darat untuk menghentikan itu," tuturnya.
Prancis menggelar operasi militer di Mali sejak 11 Januari 2013, seiring dengan pergerakan milisi Mali menuju ibukota negara, Bamako.
Sejak saat itu, milisi terpukul mundur perlahan, dari kota-kota yang mereka kuasai. Kidal adalah satu-satunya kota besar yang belum ditaklukan oleh pasukan Prancis dan Mali dari milisi. (tribunnews)


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar