Minggu, 24 Maret 2013

Effendy Choirie: SBY Gunakan Intelijen untuk Kepentingan Politik


Minggu, 24 Maret 2013. JAKARTA - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga bekas anggota Komisi I DPR RI, Effendy Choirie menilai sebagai instrumen negara, intelijen kini lebih sering mengurusi politik bagi kepentingan Presiden Susilo Bambang Yudhyono. 
"SBY menggunakan intelijen untuk kepentingan politiknya. Itu yang saya dengar dan perhatikan karena saya mitra intelijen," ujar Effendy di Gedung Joeang, Jakarta, Kamis (21/3/2013), sebelum bertemu dengan sejumlah tokoh menyikapi dugaan aksi makar.
Pria yang akrab disapa Gus Choi ini menambahkan, kinerja Badan intelijen Negara pascakepemimpinan Jenderal (Purn) Polisi Sutanto, lebih banyak disibukkan dengan mengurus politik ketimbang menjaga negara. Inilah yang membuatnya sedih.
SBY, kata Gus Choi, bahkan menggunakan intelijen demi kepentingan politiknya seperti ketika mengurusi lawan-lawan politik, membuka dan membongkar lawan-lawan politik, sampai mengurusi orang yang melontarkan kritik kepadanya.
"(Praktisnya) Mereka melakukan operasi intelejennya dengan mencari kelemahan lawan politik misalnya. Belum tentu misalnya ini persis ya. Misalnya, orang yang kritis mengkritik dia, atau lawan potensial dan mencari kelemahannya, intelijen akan disuruh bekerja," tukasnya.
Gus Choi justru aneh kenapa ada pernyataan pemerintah lewan Kepala BIN Marciano Norman yang mengatakan tanggal 25 Maret ada demo besar-besaran. Pernyataan ini merupakan bentuk ketakutan yang belebihan dan tak perlu dibesar-besarkan. (tribunnews)


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar