Senin, 25 Maret 2013

Isu Kudeta, Beda Kata Mahfud MD dan Mahfudz Siddiq


Senin, 25 Maret 2013
MAHFUD MD bilang, gerakan unjuk rasa disertai isu kudeta tidak jelas dan tak punya pengikut. Mahfudz Siddiq berpendapat, isu ini adalah simbol bahwa mereka yang kecewa pada pemerintah makin banyak dan ingin meledakkan kesadaran masyarakat.
Isu Kudeta, Beda Kata Mahfud MD dan Mahfudz Siddiq

Isu kudeta tak harus diartikan harfiah tapi simbolik saja. Para kelompok kritis ingin meledakkan sebuah kesadaran bahwa pemerintah sudah tak bisa diharapkan. Jadi, bukan aksi kudeta secara fisik yang sesungguhnya

Jakarta - Isu bakal terjadinya penggulingan pemerintah dalam aksi unjuk besar-besaran pada Senin (25/3) ditanggapi dingin oleh sejumlah kalangan. Bahkan ada yang bernada sinis.

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tak percaya unjuk rasa yang digelar Majelis Kedaulatan Rakyat (MKRI) bakal mampu menggoyang, apalagi menjatuhkan, pemerintah. Sebab, orang-orang yang menggerakkan unjuk rasa itu tidak jelas dan tidak punya pengikut. 

Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon juga menyangsikan adanya penggulingan kekuasaan melalui unjuk rasa. Indonesia tak punya tradisi kudeta seperti yang pernah terjadi di Thailand dan negara-negara Amerika Latin. Lagi pula, kudeta biasanya dilakukan militer aktif atau kalangan dalam pemerintahan.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, isu kudeta tak ubahnya teror yang meresahkan masyarakat. Celakanya, kata dia, isu tersebut justru dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemerintah seolah ketakutan dengan rakyatnya sendiri. 

Di mata Mahfudz Siddiq, aksi unjuk rasa disertai isu kudeta adalah simbol perlawanan kelompok tertentu untuk menunjukkan kekecewaan terhadap pemerintah yang terus menurun kinerjanya. Poin pentingnya adalah jumlah mereka yang tak diam melihat kondisi negara saat ini makin banyak.

"Isu kudeta tak harus diartikan harfiah tapi simbolik saja. Para kelompok kritis ingin meledakkan sebuah kesadaran bahwa pemerintah sudah tak bisa diharapkan. Jadi, bukan aksi kudeta secara fisik yang sesungguhnya," kata Mahfudz Siddiq kepada JurnalParlemen, Senin (25/3).

Sementara dari kalangan aktivis, Uchok Sky Khadafi memilih tutup mulut. Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) itu enggan berkomentar soal unjuk rasa yang direncanakan berlangsung secara besar-besaran hari ini.

MKRI, kelompok yang menggerakkan massa untuk berunjuk rasa menentang pemerintahan SBY-Boediono, batal menggelar aksi di depan Istana Negara. Mereka mengubah rencana dengan menggelar aksi sosial bagi-bagi sembako di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Ketika dihubungi, Sekjen MKRI Adhie Massardi masih enggan mengungkapkan apa rencana lanjutan dari kelompoknya.


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar