Jumat, 12 April 2013

Habibie: Keutamaan Demokrasi untuk Kesejahteraan Umat Manusia

Jumat, 12 April 2013. JAKARTA - Demokrasi bukanlah suatu kebebasan untuk memperebutkan kekuasaan seperti yang terjadi dalam kehidupan politik Indonesia saat ini. Demokrasi yang sesungguhnya adalah untuk membangun peradaban dan kebudayaan umat manusia, guna menuju kehidupan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan oleh mantan Presiden RI BJ Habibie dalam acara "Serial I Dialog Demokrasi dan Peradaban Internasional" bertema "Membangun Budaya Demokrasi untuk Umat Manusia" yang diselenggarakan dalam rangka Milad ke-15 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Hadir pula dalam acara itu, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR Muhammad Sohibul Iman, Ketua DKPP Jimly Assidiqie, dan lainnya.

Dalam dialog itu Habibie menjelaskan, negara demokrasi yang berkualitas adalah negara yang dipimpin oleh pemimpin yang bisa mengambil keputusan tegas untuk kepentingan masyarakatnya. "Pemimpin harus tegas dan mampu mengambil keputusan yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya di atas segalanya. Itulah idealnya suatu negara demokrasi," jelas Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslin Indonesia (ICMI) itu.

Menurut Habibie, kunci melahirkan demokrasi yang berkualitas adalah terletak pada sumber daya manusianya. Bila SDM tidak berkualitas, demokrasi yang dijalankannya tidak akan berkualitas. Sebaliknya, SDM yang berkualitas akan menjalankan demokrasi yang berkualitas.

Habibie mengatakan, cara untuk meningkatkan kualitas SDM ada tiga kuncinya, yaitu pembudayaan, pendidikan, dan pengunggulan. "Pembudayaan adalah identik dengan nilai iman dan takwa seseorang. Adapun, pendidikan mengenai keterampilan dalam suatu bidang ilmu pengetahuan dari seseorang. Sementara, pengunggulan adalah suatu cara untuk meningkatkan nilai tambah dari pembudayaan dan pendidikan seseorang. Dengan SDM yang berkualitaslah maka demokrasi yang dijalankan akan berkualitas," terangnya.

Guru demokrasi

Dalam acara itu pula, Habibie dianugrahi gelar oleh PKS sebagai "Guru Demokrasi Indonesia". Hal itu didasari oleh jasanya yang telah membangun kehidupan demokrasi di Indonesia.

Seperti diketahui, saat menjadi presiden ia telah membuka kebebasan kepada pers, membangun pluralitas dalam berpolitik, melepas pemaksaan atas asas tunggal Pancasila, dan mempercepat proses pemilu saat itu.

"Alam demokrasi yang kita rasakan saat ini tak lepas dari jasa besar Pak Habibie. Kita semua saat ini merupakan anak reformasi yang dilahirkan oleh Pak Habibie," ucap Anis, saat memberikan sambutan.

Hidayat mengatakan, acara tersebut terselenggara untuk memberikan pencerahan mengenai demokrasi yang berkualitas kepada masyarakat Indonesia. Apalagi, saat ini Indonesia akan memasuki tahun politik. "Selama ini demokrasi identik sebagai suatu kebebasan untuk mengejar kursi, jabatan, dan kekuasaan, seperti yang terjadi di alam politik kita kini. Padahal, sebenarnya, demokrasi hadir untuk membangun peradaban dan kesejahteraan manusia," ujar Mantan Ketua MPR itu.(kompas)


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar