Selasa, 14 Mei 2013

"Jangankan Mobil, Luthfi Saja Kita Serahkan"



JAKARTA - Kubu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku akan kooperatif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menuntaskan kasus suap pengadaan daging sapi impor di Kementrian Pertanian. Tapi, syaratnya semua tindakan yang dilakukan KPK harus sesuai prosedur.Sekretaris Jenderal PKS, Taufik Ridho, memberikan isyarat jika pihaknya siap bekerjasama untuk mengusut tuntas kasus yang kini menjerat Luthfi Hasan Ishaaq. Dia pun tak keberatan untuk menyerahkan enam mobil mewah untuk dibawa anak buah Abraham Samad dari Markas PKS, di Jalan TB Simatupan No. 82, Jakarta Selatan."Kalau ada surat-surat yang jelas, jangankan mobil, Luthfi saja kita serahkan. Sekarang silakan, (kalau mau diambil) kemarin sudah ada komunikasi antara pak Tiffatul dan Johan Budi, katanya mau datang katanya. Ya silakan, kalau surat-suratnya ada," jelas Taufik kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/5/2013).Saat disinggung, soal siapa pemilik enam mobil mewah itu, Taufik menjawab, terserah KPK. "Pengakuannya adalah pengakuan yang disangkakan KPK. Jadi, terserah KPK," tegasnya.Taufik mengaku, sudah mempersilakan KPK untuk datang mengambil mobil-mobil itu. Bahkan, mereka sudah berinisiatif membuat spanduk selamat datang kepada penyidik KPK, yang ingin melakukan penyitaan. "Silakan datang dan mengambil. (Spanduk) ya selamat datang kan boleh-boleh saja itu kan hanya selamat datang. Itu hanya kreatifitas saja," pungkasnya.Sebelumnya, keenam mobil tersebut diduga terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus suap pengadaan impor daging sapi di Kementrian Pertanian. Mobil-mobil yang akan, disita KPK, antara lain Mistubishi Pajero Sport, Nissan Navara, VW Caravelle, Mazda CX9, Mitsubishi Grandis, dan Toyota Fortuner. (ahm)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar