Rabu, 08 Januari 2014

Pemerintah Harus Buat Mekanisme dan Terobosan



CIREBON- Anggota DPR RI Fraksi PKS. H. Mahfudz Siddiq. meminta pemerintah membuat mekanisme dan terobosan baru agar kenaikan harga LPG 12 kg yang diberlakukan per 1 Januari 2014 tidak berdampak negatif pada masyarakat.

Mahfudz khawatir jika tak ada mekanisme yang jelas dan terobosan baru, pengguna LPG 12 kg akan pindah ke LPG 3kg sehingga mengakibatkan kelangkaan.

“Pemerintah bisa membuat terobosan varian tabung LPG, misalnya ukuran 5 kg atau 8 kg agar pembelian tidak memberatkan. Selain itu harus ada mekanisme lain yang dibuat agar masyarakat tidak pindah ke tabung 3 kg dan mengakibatkan kelangkaan,” ungkap Mahfudz Siddiq.

Pertamina per tanggal 1 Januari 2014 telah menaikkan harga LPG 12 kg serentak di seluruh Indonesia. Kenaikan ini rata-rata mencapai Rp 3.959 per kg atau sebesar 68%. Besaran kenaikan bervariasi karena berdasarkan jarak SPBBE ke titik serah (supply point). Kebijakan ini diambil Pertamina karena dollar terus naik dan harga pokok perolehan elpiji di pasar dunia telah menyentuh Rp 10.785/kg. Pertamina mengaku telah mengalami kerugian sebesar Rp 22 triliun karena menjual LPG 12 kg lebih rendah dari harga yang seharusnya.

Mahfudz menilai kenaikan LPG ini memang wajar mengingat dollar dan harga pokok LPG yang terus naik. Terlebih Pertamina telah mengajukan kenaikan sejak setahun yang lalu namun sempat ditunda karena adanya kenaikan BBM.

“Jika tidak dilakukan Pertamina akan terus merugi, namun seharusnya jangan langsung naik 68%, bertahap dulu 30% misalnya agar masyarakat tak terkejut seperti saat ini,” tutur anggota DPR dapil Kota/Kab. Cirebon-Indramayu ini.


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar