Kamis, 16 Januari 2014

Sekitar 2.000 Warga Mengungsi akibat Banjir Bandang di Manado

Manado: Dampak adanya pusat tekanan rendah di sekitar Filipina menyebab bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang tinggi di sekitar Manado, Sulawesi Utara.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, hujan deras mengguyur Kota Manado sejak Selasa (14/1) hingga saat ini. Sebanyak 11 kecamatan terkena dampak banjir di Kota Manado. Banjir terjadi di Kecamatan Sicala, Wenang, Singkil, Wanea, Tunginting, Paal Dua, Paal Empat, dan Bunaken.

Data sementara, terdapat 1 orang tewas tertimbun longsor dan sudah ditemukan, 1 orang hilang, dan 10 rumah tertimbun longsor di Desa Kembes Satu, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Rabu (15/1) sekitar pukul 11.55 Wita. Lebih dari 2.000 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Puluhan mobil terendam dan hanyut banjir.
Kini BPBD Sulawesi Utara bersama BPBD Kota Manado, TNI, Polri, PMI, Basarnas, Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Warga untuk sementara dievakusi di Hotel Swissbell, Hotel Tengunpura, dan Kantor Wali Kota Manado.
Pantauan citra satelit menunjukkan awan masih banyak di sekitar Sulawesi Utara. Potensi banjir masih cukup tinggi dan pendataan masih dilakukan.(Metrotvnews.com,)

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar