Rabu, 19 Februari 2014

AS Gandeng Negara Lain Lakukan Penyadapan


Jakarta: Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq menduga hal itu tidak dilakukan AS sendiri melainkan menggandeng negara lain dengan melakukan intelijen informasi. Proses intelijen sinyal itu dilakukan dengan memanipulasi proses komunikasi informasi melalui operator telekomunikasi di Indonesia. 

"Satu hal yang harus kita sadari bahwa pihak AS melalui NSA ini memang punya kepentingan untuk melakukan intelijen informasi. Dan itu tidak dia lakukan sendiri, tapi bekerjasama dengan negara lain, yang tergabung dalam 5S dan sekarang sudah berkembang sekitar 15 negara. Untuk kawasan Asia Tenggara, AS ini memang menempatkan Australia sebagai operatornya. Saya dengar infonya termasuk bekerja sama dengan Singapura dan Malaysia," ujar Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Mahfudz menilai, untuk mencegah penyadapan, proteksi bisa dilakukan dengan mengembangkan sistem persandian nasional. Hal itu, menurutnya, harus ada akselerasi dalam pelaksanaannya. Namun, ia melihat pemerintah belum benar-benar bersungguh-sungguh untuk realisasi tersebut.

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar