Sabtu, 08 Februari 2014

Corby Dibebaskan Bukti SBY Takut Pada Australia



Wakil Ketua Komisi III DPR (membidangi hukum) Al Muzzamil Yusuf menyesalkan keputusan akhir pemerintah yang memberikan pembebasan bersyarat kepada terpidana 20 tahun kasus narkoba asal Australia itu.

Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak tegas atas Corby. "Secara diplomasi, pemerintah SBY kayak tidak berani tegas sama Australia. Setelah disadap, sekarang Corby diberi pembebasan bersyarat," ujar Muzzamil, Jumat (7/2/2014).

Dia mengatakan, pemerintah sepertinya tak menggubris reaksi masyarakat atas rencana pembebasan bersyarat Corby. Sebab akhirnya Corby mendapatkan pembebasan bersyarat tersebut. "Hanya berani keras pada negara sendiri, sementara pada pelaku dari asing, yang jumlahnya signifikan, malah lemah," tegasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, pembebasan Corby akan berdampak negatif bagi Indonesia. Pasalnya kedepannya peredaran narkoba dari luar negeri akan semakin marak karena penegakan hukum terhadap pengedar narkoba sangat lemah.

"Dampaknya akan membuat pengedar dari luar makin berani ke Indonesia, ini akan jadi preseden buruk buat kita. Indonesia penduduknya banyak, masuknya gampang, hukumnya lemah," tandasnya.

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar