Jumat, 14 Februari 2014

Fahri Hamzah Minta KPK Tobat


Jakarta - Publikasi KPK soal tersangka korupsi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan hubungannya dengan artis-artis membuat sebal Anggota Komisi III DPR, Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, dengan demikian, KPK kembali melakukan aksinya mengaitkan dan mempertontonkan hubungan-hubungan gelap seseorang melalui aliran dana yang didapatkan lewat PPATK. Seharusnya dana yang belum terbukti sebagai hasil pidana tidaklah layak alirannya dituduhkan sebagai TPPU atau aliran uang haram.

"Apalagi, KPK kemudian mengungkap soal-soal di luar hukum. Ini adalah kezaliman dan pembentukan opini yang ditujukan untuk menciptakan pengadilan di luar hukum," tegas Fahri.

"Itu modus menghancurkan reputasi, kredibilitas dan moral tersangka agar tidak bisa membela diri dan hancur."

Menurut Politisi PKS itu, sudah terlalu banyak korban akibat tindakan KPK demikian. Misalnya rumah tangga al amin Nasution - Artis kristina, dan tak tertutup Wawan dan istrinya Wali Kota Tangsel Airin juga akan kena.

"Wawan akan mengalami pengadilan moral. Meski dia sama sekali bukan pejabat negara," imbuh Fahri.

Bagi Fahri, dalam hal ini, KPK telah berada di atas hukum karena dalam kampanye memberantas korupsi ini semua dianggap perang. Dan tak ada hukum dalam perang kecuali membuat musuh harus dilumpuhkan dengan cara apapun.

Padahal aliran dana adalah rahasia pribadi, tapi oleh PPATK dan KPK, dijadikan ajang pertunjukan dan strategi humas untuk membuat seru permainan petakumpet korupsi ini.

Menurutnya, Indonesia dalam bahaya besar jika pemberantasan korupsi telah berubah fungsi menjadi perang yang tidak lagi melihat urut dan aturan hukum.

"Tak ada yang bisa diperbaiki dengan perang karena semua sedang dihancurkan. Dan dalam kehancuran institusi negara itulah segelintir orang bersorak sorai," jelas dia.

"Wahai KPK kembalilah kepada negara hukum karena tak ada yang bisa kita selesaikan dengan perang. Hanya hukum dan perdamaian yang bisa selesaikan masalah."

Wawan dikaitkan dengan pemberian uang dan mobil mewah dengan beberapa artis seperti Jennifer Dunn, Andhara Early, Marshanda, dan Catherine Wilson.


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar