Selasa, 11 Februari 2014

Kasus Corby Sudah Aneh Sejak Pemberian Remisi


Jakarta. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan alasan pemerintah menghadiahi pembebasan bersyarat bagi terpidana kasus narkotika asal Australia Schapelle Corby. 

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq, pemberian bebas bersyarat untuk Corby makin melengkapi keanehan kasus ratu ganja itu. Sebelumnya Corby menerima grasi dan remisi dua kali berturut-turut dari Kepala Negara. 

"Pemberian bebas bersyarat bagi Corby terlalu terburu-buru dilakukan Pemerintah. Hal itu terjadi karena pemerintah dalam tekanan. Pemerintah nampaknya mengabaikan betul kasus Corby merupakan kejahatan narkotik dimana kita sepakat sebagai kejahatan luar biasa," kata Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan Jakarta (Senin, 10/2). 

Bisa saja, kata Mahfudz, pembebasan Corby diberikan karena dibarter dengan tahanan kita di Australia. Kalau memang demikian, katanya, harusnya pemerintah tegas menyampaikannya. Beda penjelasan yang disampaikan pihak Pemerintah, malah makin menguatkan kecurigaan publik bahwa memang ada apa-apanya di balik kasus Corby ini. 

"Seingat saya Mensesneg mengatakan pemberian hadiah untuk Corby dilakukan dengan alasan kemanusiaan. Tapi Menhan bilang karena alasan diplomasi politik, lalu Menlu bilang murni masalah hukum. Kalau Wamenkumham menyatakan pembebasan bersyarat ini ada dari sekian ribu yang tidak diberikan kebebasan bersyarat besyarat, lalu kenapa Corby yang termasuk dikabulkan," katanya. 

Mahfudz menambahkan aturan sudah jelas mengatur bahwa setiap terpidana pelaku kejahatan terorganisir bisa diberikan keringanan asalkan bekerjasama mengungkap jaringan di belakangnya. Sementara seperti diketahui, Corby tidak pernah mengungkapnya.

"Saya juga belum tahu apakah ini terkait kasus burunan BLBI. Mungkin ada seseorang melakukan kejahatan lalu ditutupi. Tapi prinsipinya, macam-macam spekulasi yang berkembang ini akan menimbulkan persoalan kepercayaan publik terhadap penegak hukum," demikian Mahfudz.


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar