Kamis, 13 Februari 2014

Spekulasi soal Corby tidak Sehat


Jakarta: Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq meminta pemerintah dan pihak berwenang mengungkap jaringan kejahatan terorganisasi terpidana narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby. Permintaan itu disampaikan menyusul pembebasan bersyarat 'ratu mariyuana' yang dinilai tidak pantas oleh sejumlah pihak.

"Menurut saya tidak pantas, kalau Kementerian Hukum dan HAM beralasan dari sekian usulan hanya sekian persen yang dikabulkan, pertanyaannya mengapa Corby termasuk yang dikabulkan (remisinya)," tanya Mahfudz Siddiq seusai Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Mahfudz menjelaskan, dalam peraturan pemerintah yang mengatur tentang warga lembaga pemasyarakatan, setiap orang terpidana yang melakukan kejahatan terorganisasi wajib mengungkap jaringan di belakangnya. "Corby kan enggak pernah diungkap yang di belakangnya siapa," tanya politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Sebelumnya muncul tudingan bahwa pembebasan bersyarat terpidana 20 tahun kasus narkoba Corby merupakan barter dengan ekstradisi burnan kasus korupsi BLBI Adrian Kiki Ariawan. Mahfudz menilai, spekulasi ini akan berdampak buruk terhadap kepercayaan publik terkait penegakan hukum di negara ini.

"Kasus ini adalah kegiatan narkotika yang kita sepakati sebagai kejahatan luar biasa. Saya berpandangan, kalaupun diperlukan barter tahanan, dalam diplomasi itu dimungkinkan. Yang penting pemerintah tegas saja bahwa kita punya kasus ini, dan ini untuk kepentingan kita bersama. Tapi ini kan serba tidak jelas," jelas Mahfudz.

Mahfudz mengaku tidak tahu persis apa dugaan itu benar karena tidak pernah dijelaskan. "Dikaitkan dengan kasus buronan BLBI, ada yang kaitkan dengan kasus lain lagi. Jadi spekulasi bermacam-macam dan ini tidak sehat bagi kepercayaan publik terhadap penegakan hukum," ujar Mahfudz.

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar