Kamis, 06 Maret 2014

Caleg Ustadzah dari PKS Janji Perjuangkan Pendidikan Agama TPA


PANGKALPINANG -- Calon anggota legislatif (caleg) yang juga seorang ustadzah di sebuah Taman Pendidikan Al Quran (TPA) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) berjanji akan memperjuangkan pendidikan agama generasi muda di daerah itu.

"Saat ini pendidikan agama remaja kita sangat memprihatinkan. Hal ini akan menjadi fokus utama saya jika terpilih menjadi anggota legislatif," ujar caleg PKS, Sofi Erisa di Pangkalpinang, Rabu.

Menurut dia, saat ini banyak generasi muda yang terjebak dalam kenakalan remaja, kriminalitas, narkoba dan pergaulan bebas karena pendidikan agama dan pengawasan orang tua yang sangat kurang.

"Saat ini teknologi sudah maju, sehingga perlu pendidikan yang kuat bagi remaja untuk memfilter budaya-budaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya," ujar caleg untuk DPRD Kota Pangkalpinang dari daerah pemilihan Pangkalbalam itu.

Ia mengatakan, saat ini budaya-budaya asing banyak yang merusak mental remaja yang membuat rapuh akhlaknya.

"Solusi paling tepat adalah memperdalam dan memperkaya diri dengan pendidikan ilmu agama. Selain itu, pendidikan orang tua di rumah juga sangat berperan dalam menyelamatkan anak-anaknya agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan agama," katanya.

Ia menilai Kurikulum 2013 yang dikeluarkan Kementerian Agama untuk menambah jam pelajaran agama di sekolah sangat tepat karena ruhnya adalah pembentukan karakter dan penanaman pendidikan agama sedini mungkin.

Namun demikian, menurut dia, peran orang tua juga sangat penting untuk mencetak anak yang soleh dan sholehah.

"Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi memang penting, tetapi integritas iman, taqwa dan moral jauh lebih penting agar remaja lebih santun dan unggul. "Artinya santun berakhlak dan unggul dalam prestasi," ujarnya.

Untuk itu, menurut dia, jika dirinya duduk di parlemen akan memperjuangkan dan memperbanyak jam pelajaran agama di sekolah, mendorong pemerintah daerah memberlakukan jam malam bagi anak-anak sekolah, serta menggalakkan program sore mengaji dan lainnya.

"Kami berupaya mengajak orang tua untuk lebih memberikan pendidikan agama di rumah dan mengawasi pergaulan anak-anaknya di lingkungannya," ujarnya. (Republika)

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar