Selasa, 18 November 2014

Di Balik Bungkamnya Jokowi atas Genosida Muslim Rohingya


JAKARTA - Publik sejak 12 November menunggu kabar ketegasan Presiden Jokowi untuk membicarakan nasib Muslim Rohingya dengan rejim penguasa Myanmar. Gagal mendapatkan berita saat KTT ASEAN di Naypyidaw, Myanmar, Rabu (12/11/2014) lalu, masyarakat menanti kabar tersebut pascakepulangan Jokowi dari Australia.

Hingga kini, sikap pemerintahan Jokowi-Kalla terhadap pelanggaran HAM terhadap Muslim rohingya tampaknya jelas. Jokowi memilih bungkam ketimbang sedikit membicarakan agenda penyelamatan nasib orang-orang yang terzalimi tersebut.

Padahal, menurut seorang sumber, Jokowi sudah didorong oleh Dubes RI untuk Myamar, Ito Sumardi, untuk menyinggung kasus Rohingya. Namun, Jokowi lebih memilih beramah-tamah dan bicara santai ketimbang harus serius dialog atau bahkan menekan si tangan besi Thein Sein, presiden Myanmar.

Jika pemerintah abai terhadap genosida seperti yang terjadi pada Muslim Rohingya, lantas apa sumbangan konkret NKRI untuk kemanusiaan di kancah ASEAN ini?

Jika di kawasan saja tak punya nyali, apa benar sejumlah pernyataan kepedulian terhadap Palestina akan memiliki dampak? Perlu diingat bahwa tangan-tangan yang berkuasa atas isu Palestina adalah kawanan raksasa, jika membandingkannya dengan kasus Rohingya.

Jika menghadapi yang lebih kecil saja tak berani, apakah pernyataan bakal menghadapi yang jauh lebih besar bisa kita percayai?

Tak ada yang tahu pasti apa yang ada di benak presiden kita. Yang jelas, malah, yang menyingung kasus Rohingya justru Presiden Obama dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

"Saya juga menyampaikan keprihatinan saya tentang penduduk Rohingya yang mengalami diskriminasi dan kekerasan," ujar Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di sela-sela KTT ke-25 ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11) lalu.

Sebetulnya, kita lebih berharap pernyataan itu datang dari Presiden Jokowi, yang kepadanya rakyat Indonesia berharap. Namun, bagaimana lagi, mungkin Jokowi tak ingin “melukai” kesan pertamanya dengan si tuan rumah Thein Sein. Atau, memang, Jokowi tak punya kepedulian atas isu ini.(rimanews)

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar