Rabu, 12 November 2014

"Jika Tak Mau Disebut PKI, TV Nasional Jangan Pangkas Pekik Takbir Bung Tomo"


JAKARTA – Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Fahmi Salim mengingatkan agar stasiun televisi nasional tidak memotong “pekik takbir” Bung Tomo.

Penegasan Fahmi Salim itu terkait siaran sebuah stasiun televisi nasional yang memangkas pekik takbir Bung Tomo pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2014. “Kepada TV nasional jangan sekali-kali memangkas pekik TAKBIR Bung Tomo, kalo tak mau saya sebut anda PKI!” tegas Fahmi Salim di akun Twitter @Fahmisalim2.

Fahmi Salim juga menyoal upacara tabur bunga di laut Teluk Jakarta yang dipimpin Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Menurut Fahmi Salim, 10 November adalah “Hari Takbir Nasional”. “10 Nopember buat saya adalah Hari Takbir Nasional, bukan tabur bunga di laut,” tegas @Fahmisalim2. Pernyataan itu dilampiri link video Pekik Takbir Bung Tomo.

Diberitakan sebelumnya, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, menaburkan bunga di laut teluk Jakarta, di atas geladak KRI Banda Aceh 593 untuk memperingati Hari Pahlawan (10/11).

Dikatakan, acara tabur bunga ini merupakan wujud penghormatan dan mengheningkan cipta bagi arwah para pahlawan yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya, Komodor Yos Sudarso dan mengenang pertempuran Trikora.
“Tabur bunga sebagai rasa hormat dan penghargaan bangsa dan negara untuk semua jasa serta pengorbanan para pahlawan samudera agar terus terpelihara oleh generasi penerus bangsa,” kata Zulkifli Hasan. sumber : www.intelijen.co.id
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar