Jumat, 27 Februari 2015

Meski Aksi Begal Marak, TNI Belum Perlu Diturunkan


JAKARTA—Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq melihat, saat ini belum perlu aparat TNI diturunkan terkait maraknya aksi pembegalan pengendara sepeda motor.

Menurutnya hal itu menjadi kewajiban polisi untuk menyelesaikannya, meskipun saat ini dirinya menyadari bahwa Polri tidak fokus pada tugas dan tanggungjawabnya, karena permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi lembaga penegak hukum tersebut.

“Saya melihat aksi para begal sepeda motor yang saat ini meresahkan masyarakat adalah aksi kriminalitas biasa. Saya belum melihat perlunya menurunkan aparat TNI untuk mengatasi hal itu, karena masih menjadi tanggungjawab Polri, meski kita juga sadar bahwa Polri saat ini lebih sibuk mengurus permasalahan yang dihadapinya sendiri,” ujar Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/2).

Dirinya membantantah, aksi para begal itu seperti isu yang banyak beredar di kalangan masyarakat dikoordinasikan untuk membuat resah masyarakat. Para begal itu menurutnya, sudah ada sejak dulu dan kini menjadi lebih marah, karena mereka memanfaatkan situasi Polri yang tidak menentu sepreti saat ini.

“Saya tidak percaya kalau para pelaku pembegalan ini ada yang mengkoordinasikan. Saya lebih melihat bahwa para pelaku yang sudah melakukan hal ini sejak lama memanfaatkan momentum lengkahnya aparat kepolisian, karena kesibukan mereka mengurus masalah yang sedang dihadapinya sendiri,” tambahnya.

Dia meminta agar pemerintah tidak membiarkan permasalahan ini semakin beralarut-larut, karena keresahan masyarakat saat ini meningkat pesat.

“Masyarakat makin resah atas kondisi keamanan. Hal ini tidak perlu terjadi kalau saja pemerintah tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut dengan membiarkan permasalahan KPK vs Polri terus berlanjut tanpa kejelasan,” tandasnya. (fmc).
fajar.co.id
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar