Selasa, 23 Juni 2015

Mahfudz Siddiq: Industri Televisi Jangan Sekadar Cari Profit, Tapi Jadi Alat Pendidikan!


Jakarta, – Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq mengharapkan supaya pemilik media televisi tak hanya sekadar mencari keuntungan. Bahkan, peringatan yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sering tidak digubris. Akhirnya peringatan tersebut menjadi percuma.

“Industri televisi harus punya orientasi, jangan sekadar mencari profit tapi harus jadi alat pendidikan bagi masyarakat kita ini. Kalau enggak kasihan masyarakatnya,” kata Mahfudz di Gedung DPR, Senayan, Selasa (16/6).

Ia menuturkan, industri televisi harus menyiarkan tayangan yang bersifat mendidik, sesuai peraturan perundang-undangan. Dia berharap industri televisi harus punya kesadaran secara internal meski KPI tak memberikan teguran.

“Saya yakin kan di TV kan banyak orang-orang hebat, pasti ngertilah mana yang mendidik, mana yang sehat, mana yang enggak,” ujarnya.

Menurut Mahfudz, ukuran ‘sehat’ atau tidaknya tayangan televisi bukan dari seberapa sering KPI menegur. Justru semakin sedikit teguran menunjukkan televisi mampu memberikan tayangan yang bernilai positif.

“Ukuran kinerja KPI itu pada semakin sedikitnya teguran. Itu tidak bisa bertepuk sebelah tangan, industrinya, pelaku televisinya harusnya punya kesadaran diri lah. Ini orang-orang hebat loh, di TV itu,” ucapnya.
(Fahri Haidar)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar