Selasa, 23 Juni 2015

Reshuffle Kabinet akan Sia-Sia Jika Cara Memimpin Jokowi Tidak Berubah


JAKARTA – Jakarta. Isu reshuffle yang baru-baru ini marak diperbincangkan mendapat tanggapan dari Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq. Dia menyebut reshuffe bukanlah solusi mengatasi masalah bangsa saat ini.

“Kementerian ibarat bayi usia 6 bulan. Penataan organisasinya masih belum tuntas akibat lambannya proses pengambilan keputusan dan kuatnya tarik-menarik kepentingan,” ucap Mahfud seperti yang dilansir dari liputan6.com, Jumat (22/5/2015).

Isu reshuffle kabinet, lanjut Ketua Komisi I ini, sebaiknya digiring pada pembentukan persepsi publik bahwa solusi dari persoalan ekonomi dan politik bukan dengan melakukan perombakan kabinet.

“Presiden lakukan reshuffle itu sama saja presiden akan membunuh bayi (menteri) usia 6 bulan,” imbuh dia.

Selain DPR, tanggapan tehadap isu reshuffle datang dari Ketua Setara Institute Hendardi. Menurutnya, reshuffle tidak akan ada manfaatnya jika cara memimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berubah.

“Tapi reshuffle juga bukan obat penawar segalanya. Jika kepemimpinan Jokowi tidak berubah, maka reshuffle juga akan sia sia dan tidak akan mampu meningkatkan kinerja,” ujar Hendardi seperti yang dilansir VIVA.co.id, Kamis 21 Mei 2015.

Lebih lanjut Hendardi menambahkan, lemahnya kepemimpinan Jokowi adalah penyebab dari rnedahnya kinerja pemerintahan saat ini.

“Seharusnya juga bisa satu padu dalam bersikap. Karena banyak hal keduanya (Presiden dan Wakilnya) berbeda sikap dan kontraproduktif bagi kinerja pemerintaha,” ujarnya. (abr/dakwatuna)

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar