Senin, 24 Agustus 2015

BNN: TKI Jangan Mau Dititipi Barang


JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar mengingatkan para tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk menjauhi narkoba. Dia juga mengimbau agar TKI jangan mau dititipi barang oleh orang yang tidak dikenal apalagi tidak mengetahui isi barang tersebut, untuk menghindari terjerat kasus narkoba.

“Bagi para TKI fokuslah mencari uang demi keluarga di Hong Kong dan tidak terlibat dengan narkoba,” UJAR Anang Iskandar dalam siaran pers BNN, Senin (24/8/2015).

Dia mengemukan hal itu ketika memberikan sosialisasi dan pengarahan kepada para TKI di Hong Kong.

Kepala BNN juga memberikan penjelasan mengenai berbagai modus operandi yang umumnya digunakan para sindikat dalam perekrutan dan tips mengenai apa yang harus mereka lakukan untuk mengantisipasi hal tersebut.

BNN mengarapkan melalui sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman para TKI untuk senantiasa memiliki kesadaran akan bahaya peredaran narkoba dan tidak mudah tergiur terhadap godaan upah besar yang ditawarkan para sindikat.

Dari sejumlah kasus yang telah diungkap BNN, tambah dia, beberapa di antaranya adalah kasus penyelundupan narkoba dengan melibatkan TKI, khususnya TKI wanita.

Di antara negara yang menjadi tujuan TKI, Hong Kong merupakan salah satu negara yang kerap kali dimanfaatkan oleh sindikat narkoba internasional untuk merekrut para TKI sebagai kurir peredaran barang haram tersebut.

Menurut data Kementerian Luar Negeri, sampai dengan saat ini tercatat sebanyak 129 WNI di luar negeri terancam hukuman mati dan 380 WNI ditahan karena tindak pidana narkotika, di mana 107 di antaranya diamankan pada periode 2014.

Sedangkan di Hong Kong sendiri, menurut pihak KJRI, saat ini tercatat sebanyak 28 WNI terlibat dalam kasus hukum karena kasus narkoba, dimana 12 orang di antaranya masih dalam proses hukum. Sedangkan pada 2014 lalu tercatat sebanyak 53 kasus WNI yang terlibat kasus narkoba.

Oleh sebab itu, menurut Anang, penting untuk memberikan informasi kepada para TKI tentang dampak hukum yang dapat ditimbulkan dari peredaran gelap narkoba serta kondisi Indonesia yang saat ini memasuki fase darurat narkoba.
okezone
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar