Rabu, 16 September 2015

Komisi I: Calon Dubes untuk Arab Saudi Harus Paham Karakteristik Persoalan


Jakarta - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan pihaknya memiliki beberapa catatan terhadap para calon dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Indonesia untuk negara sahabat. Ia menyebut seperti Arab Saudi harus memiliki calon dubes yang tepat dan paham beberapa karekteristik persoalan.

Untuk Arab Saudi, persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI) sampai hukuman mati terhadap TKI. Menurutnya, dubes untuk Arab Saudi harus memiliki lobi dalam birokrasi pemerintahan.

"Di negara-negara tertentu punya karakteristik persoalan, punya kekhususan dari sisi target misalnya Saudi Arabia karena TKI kita banyak maka kita butuh dubes yang menyelesaikan ketenagakerjaan, birokrasi pemerintahan di Arab Saudi, mampu melakukan pendekatan personal misalnya hukuman mati TKI, karena ini kan pendekatan personal," ujar Mahfudz usai uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Dia mengatakan DPR bukan hanya sebagai cap stempel dalam uji kelayakan dan kepatutan. Meski presiden sebagai pemegang prerogatif dalam penentuan calon dubes, DPR bisa memberikan catatan penilaian.

"DPR bukan stempel. Ini bukan lebih cocok di negara A, bukan B. Yang kita uji kompetensi karena banyak mengurus duta besar. Walaupun ini hak prerogatif presiden, tapi tentu saja seorang calon diplomat non karir, itu punya kompetensi dan kelebihan," tuturnya.

Lantas, bagaimana penilaian Komisi I terhadap calon dubes yang sudah dilakukan uji kelayakan?

Mahfudz menyebut Komisi I akan menggelar pleno pada Kamis (17/9), untuk mengetahui pandangan masing-masing fraksi.

"Ya kita sudah ada indikator parameter penilaian walaupun tidak bisa dihindari, ada fraksi yang punya subyektifitas sendiri ya. Ini berasal dari partai saya. Tentu saja subyektifitas ini tak akan mempengaruhi," tuturnya.

Seperti diberitakan, Komisi I DPR menggelar uji kelayakan selama 4 hari mulai Senin (14/9), kemarin terhadap 33 calon dubes. Hingga hari kedua, sudah 18 calon dubes yang sudah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

Berikut 33 nama calon dubes baru yang ikut uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR:

1. Husin Bagis, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Uni Emirat Arab
2. Safira Machrusah, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Aljazira
3. Bambang Antarikso, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Irak
4. Husnan Bey Fananie, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Azerbaijan
5. Ahmad Rusdi, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Thailand
6. Yuri Octavian Thamrin, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Belgia dan merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa
7. Helmy Fauzi, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Mesir
8. Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Venezuela
9. Mansyur Pangeran, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Senegal
10. I Gusti Agung Wesaka Puja, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Belanda
11. Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Qatar
12. Ibnu Hadi, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Vietnam
13. Alfred Tanduk Palembangan, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Kuba
14. Wiwiek Setyawati Firman, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Finlandia
15. Iwan Suyudhie Amri, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Pakistan
16. Muhammad Ibnu Said, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Denmark
17. Rizal Sukma, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Inggris dan Irlandia
18. Tito Dos Santos Baptista, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Mozambique
19. Mohammad Wahid Supriyadi, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Rusia
20. Musthofa Taufik Abdul Latif, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Oman
21. R Soehardjono Sastromihardjo, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Kenya
22. Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Panama
23. Dian Triansyah Djani, New York untuk utusan tetap PBB
24. Diennaryati Tjokrisuprihatono, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Ekuador
25. Agus Maftuh Abegebriel, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Arab Saudi
26. Amelia Achmad Yani, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Bosnia-Herzegovina
27. I Gede Ngurah Swajaya, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Singapura
28. Sri Astarai Rasjid, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Bulgaria
29. R Bagas Hapsoro, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Swedia
30. Octaviano Alimudin, Tehran, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Iran
31. Antonius Agus Sriyono, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Vatican
32. Eddy Basuki, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Namibia
33. Alexander Litaay, calon Duta Besar LBPP Indonesia untuk Kroasia

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar