Rabu, 02 September 2015

TNI-Polri Berulang


"Sebagian besar dipicu motif ekonomi, masalah kesejahteraan."


02-09-2015. Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti peristiwa bentrok antara aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kepolisian yang terus berulang dan terjadi hampir tiap tahun. Peristiwa terbaru terjadi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Minggu, 30 Agustus 2015.

Menurut Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, bentrok antaraparat itu dipicu beragam motif. Tetapi secara umum bersumber atau berakar pada kesejahteraan prajurit TNI dan Polri.

Ia mengatakan, diakui atau tidak ditemukan banyak aparat yang melindungi tindak pelanggaran hukum untuk mendapatkan sejumlah bayaran tertentu demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Banyak yang diungkap dan diproses hukum, namun tak sedikit pula yang belum tersentuh.

Penindakan memang harus dijalankan tetapi sumber masalahnya, yaitu kesejahteraan TNI dan Polri, lebih mendesak untuk dituntaskan.

"Motif ekonomi ini yang harus segera diselesaikan. Karena dengan penyelesaian permasalahan ekonomi prajurit, salah satu akar permasalahan bisa diselesaikan," ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 1 September 2015.

Politikus PKS ini menjelaskan, DPR sejak lama berupaya meningkatkan kesejahteraan prajurit dengan bertahap meningkatkan anggaran TNI dan Polri. Namun, rekomendasi Komisi I DPR belum bisa dijalankan pemerintah sehingga kesejahteraan prajurit belum optimal.

Permasalahan lain yang harus diperhatikan adalah proses hukum penyelesaian bentrok TNI-Polri yang seringkali tidak tuntas. Mahfudz berharap, proses hukum bentrok dilakukan secara transparan dan tuntas sehingga mempunyai efek jera.

Menurut dia, kesenjangan TNI dengan Polri sebenarnya sudah bisa dikikis perlahan.

"Ada wacana pendidikan Akmil (Akademi Militer) bagi TNI dan Polri. Enam bulan pertama disatukan. Terus, ada upaya TNI memberi pelatihan pada Polri. Ini baik, bisa menyelesaikan gap (kesenjangan)." VIVA.co.id
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar